Resep Sederhana Cara Membuat Amplang Tanpa Ikan

Cara membuat amplang tanpa ikan bukahlah hal yang mustahil. Walaupun amplang biasa dikenal juga dengan kerupuk ikan, tetapi tidak menutup kemungkinan jika membuat kerupuk ini tanpa ikan.

Amplang yang bisa dijual di pasaran identik dengan rasa ikannya yang khas. Awalnya amplang berasal dari daerah Samarinda, Kalimantan Timur.

Akan tetapi, lambat laun menyebar ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan luar negeri. Seperti kabar yang beredar belum lama ini jika amplang berhasil menembus pasar Taiwan. Hebat bukan makanan tradisional Samarinda yang satu ini?

Tanpa perlu panjang lebar lagi, sekarang langsung saja kita mulai untuk membahas resep sederhana cara membuat amplang tanpa ikan.

Cara Membuat Amplang Tanpa Ikan

cara-membuat-amplang-tanpa-ikan

Cara membuat amplang tanpa ikan ini tidak jauh berbeda dengan cara membuat amplang ikan. Hanya saja dalam pembuatannya tidak menggunakan ikan.

Langkah awal yang harus kalian lakukan adalah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Ada pun bahan-bahan tersebut adalah sebagai berikut.

Bahan-bahan amplang tanpa ikan :

  • 1/2 tepung tapioka
  • 1 bungkus penyedap rasa
  • 6 siung bawang putih (haluskan)
  • 2 sendok mentega
  • 4 butir telur

Langkah pembuatan amplang tanpa ikan :

  1. Campurkan semua bahan.
  2. Aduk adonan dengan merata sampai bisa dibentuk dengan mudah.
  3. Bentuk adonan memanjang atau bentuk pulungan.
  4. Potong adonan sesuai dengan selera.
  5. Rendam adonan yang sudah dipotong dalam minyak dingin sampai terendam sempurna. Lama perendaman kurang lebih 15 menit.
  6. Siapkan wajan di atas kompor.
  7. Tuangkan minyak secukupnya untuk menggoreng adonan amplang.
  8. Nyalakan kompor dengan api kecil terlebih dahulu.
  9. Masukkan adonan amplang yang sudah direndam minyak dingin.
  10. Jika amplang sudah dalam kondisi setengah matang, tingkatkan api ke sedang.
  11. Aduk-aduk terus agar amplang matang dengan rata.
  12. Jika dirasa sudah matang, coba ambil 1 buah amplang kemudian patahkan. Jika adonan patah dengan mudah maka amplang sudah matang dan siap diangkat.
  13. Tiriskan amplang pada wadah yang sudah dilapisi tisu untuk menyerap minyak.
  14. Diamkan hingga amplang benar-benar dingin.
  15. Amplang siap untuk dimasukkan toples, dikemas untuk jualan, ataupun dimakan langsung sebagai camilan.

Mudah bukan cara membuat amplang tanpa ikan ini? Yuk langsung cobain sendiri di rumah dengan keluarga.

Apalagi untuk kalian yang doyan ngemil, kerupuk amplang ini cocok banget buat nemenin kalian. Rasanya dijamin gurih dan enak.

Perkembangan Amplang

cara-membuat-amplang-tanpa-ikan

Amplang dari dulu hingga saat ini sudah dikenal sebagai produk makanan ringan tradisional khas Kalimantan, khususnya Samarinda. Tetapi, apakah amplang ini bisa diproduksi selain di Provinsi Kalimantan? Jawabannya adalah tentu saja bisa.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah badan usaha UKM Yuan Kartika yang pada dasarnya memang telah menggeluti bidang usaha pengolahan kerupuk ikan. UKM Yuan Kartika ini telah berdiri sejak tahun 1996 dengan produk yang diproduksi awalnya berupa krupuk uyel.

Melihat perkembangan pangsa pasar akhirnya sekitar 1,5 tahun lalu pemilik UKM Yuan Kartika, Pak Yudho merambah ke bisnis krupuk amplang. Kerupuk amplang adalah salah satu jenis kerupuk ikan yang menggubakan bahan dasar daging ikan tenggiri di mana potensi ikan tenggiri ini dapat mencapai data 5000 ton/tahun. Apalagi hal ini ditunjang oleh pemerintah yang saat ini menjadikan sektor kelautan sebagai program unggulan.

Program ini didukung dengan adanya kemudahan layanan perizinan kelautan dan perikanan secara cepat dan tepat. Hal inilah yang membuat UKM Yuan Mina Kartika memanfaatkan peluang pengolahan hasil ikan menjadi produk olahan kerupuk ikan, khususnya ikan tenggiri.

Alasan Memilih Ikan Tenggiri

Kenapa ikan tenggiri? Ternyata ikan tengiri memiliki kandungan gizi tinggi loh.

Ada kandungan omega 3 yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, kandungan mineral dan proteinnya juga tinggi, bahkan memiliki kalori yang tinggi. Akan tegapi, dalam perjalanan proses produksi, UKM juga mengalami beberapa kendala yang mana di antaranya adalah jumlah produksi yang belum optimal karena penggunaan beberapa alat produksi yang masih manual serta memerlukan keterampilan dari pekerjanya, atau pemasaran produk yang masih terbatas di daerah setempat sehingga pendapatan yang diperoleh belum maksimal.

Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdiannya kepada masyarakat yang menjadi salah satu program di Fakultas Teknologi Pertanian, terjalin kerja sama dalam pengembangan usaha pada umumnya dan pengembangan pengolahan ikan tenggiri menjadi kerupuk amplang pada khususnya.

Sosialisasi Pengolahan Kerupuk Amplang

cara-membuat-amplang-tanpa-ikan

Dalam program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sosialisasi pengolahan kerupuk amplang pada masyarakat Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, khususnya Desa Tambakasri. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2019, bertempat di UKM Yuan Kartika Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan.

Pelatihan pengembangan usaha tersebut dihadiri oleh sejumlah masyarakat dari 8 desa yang terdapat di Kecamatan Tajian Kabupaten Malang dan juga UKM yang berpotensi menjalin kerja sama dalam multiplier effect dalam bidang kerupuk olahan ikan. Peserta yang turut mengikuti pelatihan berjumlah sekitar 25 orang yang terdiri dari masyarakat desa dan sebagian lagi pelaku usaha di bidang pengolahan ikan.

Pada saat pelatihan, peserta diberi pengarahan dimulai dengan menyiapkan bahan baku hingga ke tahap penggorengan krupuk amplang. Proses pengolahan kerupuk amplang sebenarnya mudah, tetapi ada beberapa tingkat keberhasilan yang harus diperhatikan, yaitu kerupuk amplang harus mengembang dan renyah pada saat digoreng.

Pembuatan krupuk amplang gampang-gampang susah karena memerlukan kepekaan dalam semua prosesnya. Proses yang sangat memerlukan kepekaan ketika harus nguleni adonan krupuk. Tangan diharuskan peka untuk menambah tepung agar krupuk yang dihasilkan tidak keras dan juga tidak lembek.

“Salah satu faktor penting saat pembuatan krupuk adalah bahan. Gunakan bahan yang berkualitas agar krupuk yang dihasilkan juga berkualitas. Selain itu perlu kepekaan saat nguleni adonan tepung” ujar Pak Yudho.

Kemudian, apakah kerupuk amplang ini menjadi suatu bisnis yang menjanjikan? Tentu saja.

Apalagi jika kita bisa mendiversifikasikannya dari produk ikan yang lain, sehingga meningkatkan keragaman produk kerupuk amplang. Bagaimana dengan harganya? Pak Yudho menyatakan bahwa harga kerupuk amplang per 150 gr dapat dibandrol seharga Rp12.500 rupiah saja.

Harga ini sudah bisa bersaing di pasaran, dimana harga kerupuk amplang per 150 gr nya ada yang dijual dengan harga Rp15.000 rupiah. Jadi, bisnis kerupuk amplang sangat menjanjikan sebagai usaha baru bagi masyarakat.

Sumber Referensi : Artikel Berita Universitas Brawijaya

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan jika usaha kerupuk amplang ini ada usaha yang menjanjikan. Sebagai peluang usaha yang besar, amplang layak untuk terus dikembangkan.

Setiap usaha akan membuahkan hasil jika ditekuni dengan benar dan tekad yang bulat. Tidak ada kata gagal selama kita masih terus berusaha. Semangat para pengusaha dan calon pengusaha!

Saya kira cukup sampai di sini dulu artikel kali ini. Semoga dapat menambah wawasan kita semua. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan penulisan.

Sampai jumpa di artikel lainnya. Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai teman-teman. Jangan lupa untuk share artikelnya jika dirasa bermanfaat ya.