Alternatif Penggunaan Bahan Bakar Genset Untuk Bisnis

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan membatasi penggunaan listrik untuk kegiatan bisnis seperti pusat perbelanjaan atau mal, hotel dan industri. Dampaknya, pelaku bisnis melirik menggunakan genset agar kegiatannya dapat tetap berjalan lancar.

 

Dalam pertemuan yang dipimpin Direktur Pembinaan Program Migas Heri Poernomo, dibahas beberapa opsi bahan bakar yang dapat digunakan untuk genset karena saat ini SPBU tidak lagi diijinkan menjual bahan bakar bersubsidi dengan menggunakan jerigen.

Alternatif bahan bakar perhitungan flow meter LC tersebut adalah premium, kerosene dan solar dengan harga keekonomian atau pasar, bahan bakar nabati murni dan bahan bakar nabati campuran.

 

Wakil dari Pertamina mengemukakan, untuk BBM non subsidi bagi genset yang dipakai untuk kegiatan bisnis dan jumlahnya besar, Pertamina akan menyalurkannya langsung ke perusahaan terkait.

 

Sedangkan untuk BBM non subsidi bagi genset yang dipakai rumah tangga dan restoran kecil, Pertamina akan menyediakan kemasan khusus ukuran 10 liter dengan harga pasar. Untuk usaha kecil dan menengah yang membeli BBM di bawah 5 ribu liter per bulan, Pertamina juga akan menyalurkan ke pembeli dengan menggunakan tangki Pertamina ukuran kecil.

 

Dalam rapat dibahas juga usulan agar SPBU menyediakan dua macam BBM yaitu BBM bersubsidi dan non subsidi bagi pengguna genset. Namun hal ini sulit dilakukan pengawasannya. Akan lebih mudah jika dibangun SPBU khusus untuk BBM non subsidi, seperti yang telah tersedia di Kalimantan.

 

Sementara untuk penggunaan bahan bakar nabati murni dan bahan bakar nabati campuran, masih akan dilakukan kajian lebih lanjut terkait dengan teknis mesin genset.