Cara Menghemat dan Mengendalikan Pengeluaran MRO

Tahukah Anda bahwa budgeting untuk MRO menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan? MRO ialah Maintenance, Repair, dan Operations yang merujuk pada barang maupun jasa yang digunakan untuk operasional perusahaan termasuk pemeliharaan dan perbaikan. Dalam bahasa umumnya, kita bisa menyebut budget untuk MRO sebagai dana operasional. Salah satu yang masuk jasa MRO misalnya adalah pemeliharaan daya atau listrik perusahaan.

Listrik bisa menjadi salah satu penyebab membengkaknya dana operasional perusahaan jika tidak diatur secara serius. Meskipun kelihatannya pemakaian listrik untuk itu-itu saja, namun jika tidak jeli dalam mengatur budget MRO untuk listrik maka bisa berakibat pada pengeluaran perusahaan. Nah, untuk itu, perlu dilakukan pencatatan yang rinci sekaligus kalkulasi yang tepat untuk budgeting MRO. Sehingga, pengeluaran dana operasional perusahaan bisa dianggarkan seefektif dan seefisien mungkin. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk budgeting MRO :

  1. Barang atau Jasa Tepat Guna

Yang dimaksud denganĀ  memilih barang atau jasa MRO tepat guna ialah mempertimbangkan kualitas dan efisiensi dari barang maupun jasa yang berperan dalam MRO. Pastikan untuk memilih barang dengan kualitas yang baik dengan harga yang masuk akal. Kemudian, pastikan untuk memilih jasa MRO yang sudah profesional dengan pelayanan terbaik untuk menghindari adanya masalah baru. Untuk listrik atau daya, PT PJB (Pembangkitan Jawa-Bali) www.ptpjb.com merupakan opsi jasa MRO yang tepat dengan pengalaman di pengadaan dan pemeliharaan pembangkit listrik yang sudah tidak diragukan lagi.

  1. Mengalokasikan Dana Maksimal 10%

Hal kedua yang perlu dilakukan dalam budgeting MRO adalah dengan tidak mengalokasikan dana lebih dari 10% dari total budget pengadaan operasional perusahaan. Biasanya pengeluaran yang ideal diantara 3-10%. Kalaupun lebih, sebaiknya dilakukan pengecekan ulang dan perubahan dengan tetap memperhatikan ketepatan guna barang maupun jasa yang dipakai.

  1. Pencatatan yang Rinci

Pengecekan dan pencatatan secara rinci barang-barang MRO harus dilakukan secara berkala. Hal ini untuk mencegah adanya penimbunan stok barang yang seharusnya belum perlu diadakan. Jika hal ini sampai terjadi maka dana operasional yang seharusnya bisa dianggarkan untuk yang lain akan teralokasikan ke barang yang sebenarnya masih ada.

BACA JUGA  Mengulik Konveksi Tas Seminar Terbaik di Jakarta.

Itulah tiga tips yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengendalikan dana untuk barang dan jasa MRO. Pemilihan barang dan jasa yang tepat guna, budgeting, dan pencatatan akan sangat berpengaruh pada besaran dana operasional perusahaan.