Pengamat Politik Sekaligus Guru Besar FISIP UI Arbi Sanit Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar duka kembali datang di Indonesia. Profesor Arbi Sanit yang merupakan pakar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) dikabarkan meninggal dunia. Dia meninggal dunia diusia 83 tahun akibat menderita penyakit jantung dan liver, pada Kamis (25/3/2021). 

Pengamat Politik Sekaligus Guru Besar FISIP UI Arbi Sanit Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Feri Sanit, anak almarhum. Feri berharap semua pihak berkenan memaafkan semua kesalahan ayahnya semasa hidup. Kabar duka juga disampaikan oleh Arie Setiabudi Soesilo selaku Dekan FISIP UI. Untuk lebih jelasnya, berikut dibawah ini fakta fakta menarik seputar kabar meninggalnya Arbi Sanit :

1. Arbi Sanit Meninggal Di RSCM Jakarta

Profesor Arbi Sanit meninggal dunia pada Kamis (25/3) pagi sekitar pukul 07.15 di RSCM. Arie berujar bahwa dirinya mengenal Prof Arbi Sanit saat menjadi mahasiswa UI. Kala itu Prof Arbi Sanit menjadi dosen mengajar ketika UI masih berada di kawasan Rawamangun. 

Kata Arie, dahulu dia (Arie) mahasiswa di Kampus FISIP UI Rawamangun, dia diajar oleh Arbi Sanit dalam mata kuliah Sistem Politik Indonesia. 

2. Arbi Sanit Didiagnosis Gagal Jantung Akut 

Prof Arbi Sanit didiagnosis gagal jantung akut, ada cairan di parunya. Sebelum meninggal, Arbi Sanit sempat dibawa ke ICCU RSCM pada hari Rabu (24/3), dan dipasang ventilator pada pukul 22.00 WIB. 

3. Arbi Sanit Akan Dimakamkan Di TPU Tonjong Bogor

Berdasarkan informasi yang diberikan Aditya selaku dosen Ilmu Politik UI, Prof Arbi Sanit akan dimakamkan hari ini Kamis (25/3). Arbi Sanit dimakamkan di TPU Giritama Tonjong, Parung, Bogor. 

4. Arbi Sanit Memperoleh Gelar Sarjana FISIP UI Pada Tahun 1969

Arbi Sanit lahir pada tanggal 4 Juni 1939 di Painan, Sumatra Barat. Arbi Sanit merupakan anak kelima dari sebelas bersaudara. Sang Profesor memperoleh gelar sarjana dari FISIP UI pada tahun 1969 dengan judul skripsi Partai Komunis Indonesia : Sumber Kekuatan Politik di Pedalaman Jawa Tengah dan Jawa Timur 1952-1965. Setelah itu, Arbi Sanit mengambil Program Non-Gelar Sistem Politik Indonesia di Uni

5. Arbi Sanit Salah Seorang Ilmuwan Politik Indonesia

Arbi Sanit merupakan salah seorang ilmuwan politik Indonesia yang pernah menjadi dosen ilmu politik di Universitas Indonesia dan juga Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. Almarhum tidak hanya menjadi dosen saja, namun juga menulis beberapa buku diantaranya Sistem Politik Indonesia (1981), Perwakilan Politik di Indonesia (1985), serta Partai, Pemilu, dan Demokrasi (1997). 

6. Arbi Sanit Pengamat Politik Yang Kerap Melontarkan Kritikan Keras Kepada Pemerintah

Prof Arbi Sanit dikenal sebagai pengamat politik yang kerap melontorkan kritikan keras kepada pemerintah. Kritik politik yang sempat dikeluarkan Arbi Sanit kepada pemerintah adalah yang menyarankan Jokowi untuk meniru Soeharto. Arbi Sanit juga sempat menanggapi kasus peninstaan agama yang dilakukan Ahok. Waktu itu kasus tersebut berdekatan dengan momen Pilkada DKI Jakarta. Terkait hal tersebut, Arbi Sanit menduga kasus tersebut hanya dalih untuk mengalahkan Ahok sebagai calon Gubernur.  

7. Kabar Duka Juga Disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Kabar duka meninggalnya Arbi Sanit juga disampaikan oleh Robikin Emhas selaku Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam keterangannya, Robikin mengingat masa masa Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) pada tahun 1996 dan 1997. Dimana kala itu, demokrasi dipasung, pers dikungkung dan suara rakyat tidak dihitung. Namun menurut Rabikin, Arbi Sanit merupakan tokoh berintegritas yang tidak beringsut oleh godaan, tekanan, serta ancaman. Robikin percaya Arbi Sanit memilih masa depannya sendiri.