Jenis Biji Kopi untuk Espresso

Jenis biji kopi untuk espresso, yang menghadirkan rasa kopi espresso terkait dari, jenis kopi yang anda pilih. Dibawah tersebut ialah jenis-jenis kopi yang pada umumnya dipakai pada kopu espresso.

jenis Biji Kopi untuk Espresso

Kopi Arabika

Salah satu kopi yang banyak peminatnya adalah kopi arabika. Walaupun soal rasa terkait selera masing-masing, tapi kopi arabica dianggap oleh penikmat kopi punya rasa yang paling oke. Mempunyai ciri khas ukuran biji kopi yang lebih kecil (jika dibanding robusta), kopi tersebut memiliki bentuk cukup pipih, cenderung memanjang dan teksturnya halus.

Tanaman kopi arabika hanya dapat tumbuh di dataran tinggi (1.000-2000 mdpl) dan jenis kopi arabika yang terkenal antara lain:

  • Kopi Kolombia
  • Hawaiian Kona coffee
  • Jamaican Blue Mountain Coffee
  • Kopi Arabika Aceh Gayo
  • Kopi Toraja

Aroma arabika wangi dengan cita rasa variatif. Saat biji kopi belum disangrai anda akan mencium aroma seperti buah blueberry. Setelah kopi diseduh, aroma wangi yang dikeluarkan tercium seperti bau bunga, kacang-kacangan sampai buah. Sementara rasanya lebih condong ke arah manis, minuman ini memiliki tingkat gula yang cukup tinggi dengan kandungan kafein sekitar 0.9 – 1.4%.

Oleh karena punya cita rasa yang variatif, kopi arabika pada umumnya dibanderol dengan harga cukup tinggi.

Kopi Robusta

Jenis kopi robusta tidak kalah banyak peminatnya. Kopi robusta memiliki ukuran biji yang kecil, bentuk yang cenderung bulat, dan tekstur yang agak kasar saat dinikmati di lidah. Tanaman kopi tersebut tidak perlu tumbuh di dataran tinggi, di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 700 mdpl juag dapat. Kopi robusta hanya dapat tumbuh pada suhu 25-30 derajat Celcius.

Para pencinta kopi mungkin telah tidak asing kalau kopi robusta punya aroma serta cita rasa yang lebih strong. Anda akan mencium aroma yang sama seperti kacang saat biji kopi belum disangrai. Nah, saat telah disangrai dan diseduh, aroma kopi robusta akan berubah dan berkurang aroma nikmatnya.

BACA JUGA  Rahasia Ukuran Cincin yang Sempurna: Panduan untuk Pemilihan yang Tak Tertandingi

Dari segi rasa, kopi robusta kuat dan agak pahit jadi sesuai banget buat anda penggemar kopi yang strong atau butuh suntikan energi biar betah melek. Hal tersebut karena kadar kafeinnya tinggi yakni sekitar 1.8 – 4%, tapi untuk penderita asam lambung lebih disarankan jenis kopi tersebut dihindari.

Sering dipakai sebagai bahan pada kopi instan dan pada umumnya dipatok dengan harga yang relatif terjangkau. Beberapa contoh terbaik dari kopi robusta Indonesia adalah:

  • Kopi Dampit Malang
  • Robusta Jawa
  • Robusta Pupuan Bali Tabanan
  • Robusta Flores
  • Kopi Liberika

Pernah dengar kopi jenis liberika? Buat sebagian orang mungkin jenis kopi tersebut masih asing karena termasuk yang sulit ditemukan. Bagi penggemar kopi, liberika sering disebut sebagai “kopi nangka” karena biji kopinya memiliki ukuran yang besar, bahkan lebih besar dibandingkan dengan jenis kopi lain seperti arabika atau robusta.Lebih lengkapnya dapat anda baca di Pengupas biji kopi kering

Kopi yang asalnya dari Liberia Afrika Barat tersebut bisa tumbuh dengan baik kurang lebih 9 m dari tanah dan dibawa ke Tanah Air sejak abad ke-19. Di wilayah Bengkulu dan Jambi, sekarang ini, kopi Liberia asal Indonesia menjadi tanaman yang banyak ditanam.

Istimewanya, kopi liberika punya aroma khas yang tidak hanya smokey tapi seperti perpaduan antara nangka dan bunga. Cita rasa yang dihadirkan khas dan tidak biasa. Anda bisa merasakan rasa pedas, smokey kemudian pada bagian akhir ada rasa pahitnya. Jadi jika anda mengaku sebagai pencinta kopi sejati maka jenis kopi dengan cita rasa unik tersebut kudu dicoba dengan proses espresso.

Kopi Excelsa

Selanjutnya adalah kopi excelsa yang juga banyak dibudidayakan di Indonesia. Jenis kopi tersebut telah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Jombang (Desa Carangwulung Wonosalam) adalah sebagai salah satu penghasil kopi excelsa terbaik. Walaupun pamornya tidak sepopuler arabika dan robusta tapi banyak juga pencinta kopi yang menyukainya.

BACA JUGA  Simbolisme Cincin Sebagai Lambang Kekuatan Dan Kesetiaan

Dikenal pertama kali pada tahun 1905, dan masih termasuk dalam satu spesies dengan kopi liberika. Punya ciri khas kulit buah yang lebih lembut jadi gampang banget dikupas pakai tangan.

Memiliki karakteristik rasa yang istimewa, dengan nuansa manis, sepat, sedikit keasaman, namun yang paling mendominasi adalah rasa pahit. Anda juga akan mencium aroma smokey pada jenis kopi tersebut. Terlebih lagi, terdapat aroma buah seperti mangga, nangka, dan pisang yang tercium juga. Kandungan kafeinnya tergolong rendah jadi buat anda yang tidak begitu suka kopi dan tidak suka kopi yang strong, bisa pilih jenis tersebut. Dan dapat juga anda baca di Pengupas biji kopi kering

Kopi Decaf

Saat mengunjungi coffee shop mungkin pernah ditawari dengan biji kopi decaf. Kopi decaf tersebut sebetulnya adalah biji kopi yang punya kadar kafein rendah setelah diolah dengan cara khusus. Proses sebelum pemanggangan biji kopi melibatkan perendaman dalam air hingga mengembang. Setelah itu kopi diekstraksi untuk mengurangi kadar kafein kemudian dikeringkan.

Di pasaran, Anda dapat memilih kopi tanpa kafein dalam varian arabika atau robusta, sesuai dengan preferensi Anda. Jadi bisa dibilang kopi decaf adalah pilihan lain buat pencinta kopi arabika atau robusta tapi dengan kandungan kafein yang telah dikurangi sampai batas maksimal.