Mengenal Definisi Capital Adequacy Ratio dan Penerapannya

Jika Anda seorang yang bekerja di dunia perbankan tentu mengenal istilah Capital Adequance Ratio atau CAR. Dalam artikel ini kami akan membahas definisi CAR dan penerapannya. Simak terus ya!

Capital Adequacy Ratio

Capital Adequacy Ratio atau yang sering disingkat sebagai CAR mungkin bukan istilah asing lagi bagi pekerja bank. Hal ini juga mungkin sering didengar oleh Anda yang profesinya masih terkait erat dengan keuangan.

Namun, sebenarnya apa arti dan hal-hal penting lain terkait CAR ini? Sebelum mengupas perihal lain yang terkait dengan CAR, mari kita pelajari lebih dahulu apa pengertian dari istilah tersebut.

Capital Adequacy Ratio didalam Bahasa Indonesia berarti rasio kecukupan modal. Rasio kecukupan modal adalah sebuah rasio yang menjadi indikasi seberapa besar kapabilitas bank untuk menanggung kerugian yang bisa saja terjadi.

Istilah Capital Adequacy Ratio juga bisa dipahami sebagai penunjuk seberapa jauh suatu bank memiliki kandungan risiko yang ikut dibayar oleh dana milik masyarakat. Nilai CAR yang tinggi menggambarkan suatu bank mempunyai kapabilitas besar untuk memikul risiko bagi tiap aktiva produktif atau kredit.

Hal yang Perlu Diketahui Terkait CAR Capital Adequacy Ratio

Jika Anda tertarik untuk mengetahui tentang CAR, ada banyak perihal lain yang bisa Anda jadikan bahan belajar. Mulai dari definisi menurut para ahli, fungsi, langkah menghitung, langkah analisis, dan pengetahuan lain berkenaan CAR mesti dipelajari.

Tentu agar pengetahuan yang Anda miliki bisa lebih matang dan tidak setengah-setengah. Berikut beberapa di antaranya.

1. Kata Para Ahli Mengenai Definisi Capital Adequacy Ratio

Selain definisi secara umum, makna Capital Adequacy Ratio juga dijabarkan oleh berbagai ahli pada bidangnya. Hal ini dapat menaikkan pemahaman bagi orang yang mempelajarinya sekaligus sebagai gambaran konsep CAR. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

BACA JUGA  Tips Memilih Jasa Katering Makanan

Definisi CAR oleh Sutanto dan Umam

Secara garis besar, CAR menurut Sutanto dan Umum adalah sebuah kewajiban. Kewajiban didalam perihal apa? Dalam perihal menyediakan modal minimum yang upaya mempetahankannya mesti dikerjakan selalu oleh bank.

Hal ini merupakan sebuah bagian tertentu dari keseluruhan ATMR atau Aktiva Tertimbang Menurut Risiko.

Definisi CAR oleh Wardiah

Wardiah juga memberikan gagasannya berkenaan apa itu CAR. Berdasarkan definisinya, bisa dipahami bahwa CAR merupakan gambaran kapabilitas sebuah bank didalam perihal permodalan.

Permodalan tersebut adalah untuk menutupi probabilitas kerugian di bidang kredit atau perdagangan surat berharga.

Definisi CAR oleh Dendawijaya

Inti dari pendefinisian CAR oleh Dendawijaya adalah sebagai rasio menampilkan besaran keseluruhan dari aktiva bank. Di aktiva bank tersebut terkandung unsur risiko yang mana dibiayai oleh modal bank dan juga dana dari luar bank.

 

2. Fungsi CAR

Capital Adequacy Ratio yang datang di tengah urusan perbankan tentu mempunyai fungsi. Menurut Purba, salah satu fungsinya adalah sebagai indikasi pemodalan yang kuat didalam menutup risiko.

Risiko yang dimaksud adalah kerugian akibat penanaman dana pada aktifa produk. Setiap kerugian tersebut dapat membawa dampak modal berkurang. Masih menurut Purba, fungsi CAR yang lain adalah sebagai bentuk ketahanan dan juga efisiensi didalam perbankan.

Selain itu, kapabilitas suatu bank didalam peningkatan rentabilitas juga bisa tergambar. Ditambah pula kapabilitas untuk membiayai aktiva tetap, investasi bank, dan juga operasional.

 

3. Unsur-unsur CAR

Setelah mengetahui definisi dan fungsinya, perlu juga untuk mengetahui unsur-unsur dari CAR. Jika mengacu pada pendapat Kuncoro dan Suhardjono, komponen modal yang dipakai terbagi penjadi modal tier 1 dan 2.

Modal tier 1 merupakan modal inti sedangkan modal tier 2 adalah modal tambahan.

 

4. Faktor yang bisa Mempengaruhi CAR

Pengetahuan berkenaan faktor yang bisa memberikan pengaruh pada CAR salah satunya didefinisikan oleh Rivai. Salah satu poinnya adalah type aktiva dan besaran dari risiko yang dipakai. Selain itu, faktor lainnya adalah keseluruhan aktiva dan kualitasnya dari suatu bank.

BACA JUGA  Langkah Budidaya Ikan Gabus di Kolam Rumahan, Mudah

 

5. Cara Menghitung Capital Adequacy Ratio (CAR)

Untuk mengkalkulasi Capital Adequacy Ratio, rumus yang bisa Anda gunakan adalah sebagai berikut.

CAR= Modal/ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) x 100%

Modal pada rumus tersebut adalah modal inti disempurnakan dengan modal pelengkap. Sedangkan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) adalah neraca aktiva yang dijumlahkan dengan neraca administrasi.

 

6. Cara Interpretasi CAR

Setelah melakukan perhitungan dengan rumus di atas, langkah sesudah itu adalah melakukan interpretasi CAR. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, semakin tinggi CAR, berarti jaminan yang dimiliki oleh bank pada risiko bisnis semakin baik.

 

7. Cara Analisis Capital Adequacy Ratio

Selain dihitung dan diinterpretasi, nilai CAR yang didapat juga mesti melalui sistem analisis. Ada dua langkah yang bisa digunakan didalam tahapan ini, yaitu asumsi tren dan asumsi perbandingan industri.

Analisis tren bekerja dengan memperhatikan perbandingan rasio keuangan didalam periode tertentu. Sedangkan asumsi perbandingan industri, dikerjakan perbandingan CAR dari perusahaan dengan CAR dari industri perbankan.

 

8. CAR Minimum Bank Indonesia

Bank Indonesia telah memastikan keputusan dari CAR. Bank masuk ke dalam kategori sehat jika CAR miliki nilai 8% atau lebih. Untuk kategori tidak cukup sehat, rentang nilainya adalah pada 6,4% hingga 7,9%. Sedangkan kategori tidak sehat diperuntukkan bagi bank dengan nilai CAR tidak lebih dari 6,4%.