Cara Menggunakan Vacuum Frying dan Kelebihan Vacuum Frying

Anda ingin tahu cara menggunakan vacuum frying, Jika ingin tahu cara menggunakan vacuum frying, yuk simak artikel berikut ini.

Selain cara biasa, ada teknik penggorengan lain yang disebut penggorengan vakum, yang konon lebih sehat. Apa itu  vacuum frying dan apakah itu benar-benar lebih sehat?

Perbedaan vacuum frying dengan teknik menggoreng biasa

cara menggunakan vacuum frying

Teknik penggorengan biasanya menghasilkan banyak kalori. Saat penggorengan selesai, makanan menumpahkan air di dalamnya dan menyerap lemak dari minyak, meningkatkan kandungan kalori makanan.

Misalnya, kentang (setara dengan 100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Namun, setelah kentang goreng, kalorinya melonjak menjadi 319 kalori dan 17 dari lemak.

Terlalu banyak minyak yang terserap saat menggoreng makanan tidak baik untuk tubuh manusia. Hal ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Apalagi saat menggoreng dengan minyak jelantah.

Berbeda dengan teknik penggorengan standar, teknik penggorengan vakum adalah proses penggorengan yang dilakukan dengan tekanan rendah, yang hampir sama dengan vakum.

Teknik ini dilakukan dalam wadah tertutup dan menggunakan suhu yang lebih rendah dibandingkan dengan teknik penggorengan biasa.

Teknologi penggorengan vakum suhu rendah dan tekanan rendah mengurangi lemak yang diserap oleh minyak selama penggorengan, sehingga nutrisi dalam makanan juga terjaga.

BACA JUGA  Mengapa Kuliah di Jurusan Hukum di Indonesia?

Teknik ini bisa dilakukan untuk makanan apa saja. Namun, industri makanan saat ini lebih sering menggunakan penggorengan vakum untuk produksi keripik buah atau sayuran.

Benarkah teknik menggoreng vacuum frying lebih sehat?

Dilihat dari fakta di atas, penggorengan vakum jelas lebih sehat daripada penggorengan biasa. Teknik penggorengan ini meningkatkan kualitas gizi makanan dan mengurangi penyerapan minyak ke dalam makanan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh International Journal of Food Science menunjukkan bahwa sifat makanan yang diolah dengan teknologi penggorengan vakum lebih optimal dari segi warna, tekstur dan rasa.

Selain itu, kandungan minyak yang dihasilkan relatif rendah meski digoreng dengan suhu rendah. Bahkan, artikel ini juga menyebutkan bahwa teknologi penggorengan vakum dapat digunakan sebagai alternatif penggorengan di masa mendatang.

Kelebihan Vacuum Frying

  1. Meningkatkan Kualitas Produk

Penggorengan vakum tidak menghilangkan atau mengubah rasa produk Anda, tetapi mesin ini mempertahankan warna dan rasa agar tidak berubah setelah digoreng. Plus, proses ini memperpanjang umur simpan produk Anda, lho!

  1. Mempertahankan Kandungan Gizi

Menggunakan mesin ini menjaga nilai gizi produk Anda. Dengan teknik ini, penggorengan berlangsung dalam ruang hampa, artinya bahan dipanaskan dengan tekanan tertentu. Ini akan mengeringkan bahan mentah tanpa terbakar atau hangus.

  1. Efektif dan Efisien
BACA JUGA  Manajemen Sampah untuk Tantangan Global dan Solusi Lokal

vacuum frying biasanya hanya membutuhkan waktu 1-2 jam untuk menggoreng dengan kapasitas tinggi. Anda tidak perlu menunggu lama untuk proses produksi karena mesin ini akan menggoreng produk Anda secara otomatis.

  1. Biaya Murah

Murah Dengan menggunakan mesin ini, Anda secara alami mengurangi biaya pengoperasian oli. Ini tentu saja meminimalkan biaya panci. Selain itu, Anda tidak boleh menambahkan MSG, pengawet, pewarna atau bahan lainnya. Karena mesin ini menjaga rasa aslinya.

Cara memasak yang lebih sehat, selain penggorengan vacuum frying

Teknik memasak yang Anda gunakan memengaruhi jumlah nutrisi dalam makanan. Namun, tidak semua teknik memasak memiliki efek yang sama pada semua makanan.

Oleh karena itu, pemilihan cara memasak yang tepat dapat menghasilkan rasa dan tekstur yang lezat dan sehat. Meskipun penggorengan vakum dikatakan sehat, teknologi penggorengan tetap menyerap minyak, sehingga makanan mengandung lebih banyak lemak dan kalori dibandingkan dengan metode memasak lainnya.