Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat Batang dan Cara Menyimpannya!

Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat Batang – Coklat batangan memang sangat mudah ditemukan di toko-toko kelontong atau super market dekat dengan rumah. Bentuknya yang kubus serta dengan isi kacang-kacangan, buah atau bisa juga kismis. Tapi bagaimana datangnya coklat batangan yang awalnya hanya berupa biji coklat yang bentuknya seperti bola rugby. Salah satu pendiri kafe coklat Pipiltin, Tissa Aunilla menjelaskan bahwa prosesnya adalah seperti berikut:

Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat Batang

pengolahan biji kakao menjadi coklat batang

1. Panen

Proses panen merupakan tahap awal dari pengolahan coklat. Buah coklat yang dirasa sudah cukup memenuhi untuk dibuat coklat kemudian dipetik dari pohonnya. Pilihan buah coklat yang dipanen akan menentukan hasil kualitas dari coklat. Karena hanya buah yang matang dengan sempurna di pohon yang dapat memberikan hasil terbaik dari segi rasa maupun dari segi aroma.

2. Fermentasi

Buah coklat yang sudah dipetik, lalu harus menjalani masa fermentasi selama kurang lebih  5 hari. “Fermentasi menggunakan getah dalam buah coklat itu sendiri,” yang dikatakan oleh Tissa. Getah biji coklat tersebut mengeluarkan enzim alami. Dalam proses ini memerlukan pengawasan karena jika terlalu lama, hasil yang didapat pastinya tidak akan bagus.

3. Pengeringan dan sortir

Biji coklat dari hasil fermentasi tadi selanjutnya dikeringkan dan disortir manual dengan menggunakan tangan. Pada proses ini, biji akan dipilah-pilah berdasarkan dengan berat jenisnya. Cara mudahnya yaitu dengan menghitung berat per 100 gram. Di dalam 100 gram biji coklat yang bagus, harus terdiri 80 hingga 90 biji. “Maksimal hanya 95 biji,” kata Irvan Helmi, salah satu pendiri Pipiltin. Di luar dari jumlah tersebut, maka kualitasnya akan buruk.

4. Pemanggangan

Tidak cukup dikeringkan, biji coklat harus dipanggang terlebih dahulu. “Biar aromanya keluar,” yang dikatakan Tissa. Saat tahapan ini, setiap biji mempunyai suhu dan waktu pemanggangan yang berbeda-beda.

BACA JUGA  Jenis Jenis Kakao yang Ada Di Dunia!

5. Winnowing

Setelah selesai proses pemanggangan, biji masuk ke dalam tahapan pemisahan cangkang dan inti biji atau nibs. Biasanya cangkang yang setengah hancur itu akan terpisah sendiri saat dalam proses pengayaan.

6. Grinding

Jika bentuk sudah setengah hancur, inti biji coklat (nibs) digiling sampai halus. Akan lebih bagus jika alat penggilingnya menggunakan batu. Nantinya dari hancuran massal ini hasilnya cairan coklat yang kental. Dapat juga menggunakan Mesin Pembuat Coklat dari Kakao.

7. Pengadukan

Cairan coklat kental yang sudah berupa pasta tersebut lalu di tambahi susu serta gula untuk menambah rasa.

8. Couching

Dari pasta berasa agak manis tersebut, kemudian masuk ke dalam proses pengadukan. “Proses ini sekaligus cara untuk mengurangi keasaman,” yang dikatakan Tissa. Selama sekitar tiga hari, pasta berasa tersebut diaduk nonstop atau tidak berhenti sampai mengeluarkan hawa panas yang menandai jika rasa asam dari pasta tersebut sudah berkurang.

9. Tempering

Ini merupakan langkah akhir dari pengolahan coklat yang memisahkan jenis coklat dengan berdasarkan pengolahan susu. Dalam langkah ini biasanya dihasilkan cocoa butter serta cocoa powder. “Cocoa butter itulah yang biasanya sering disebut coklat putih, karena warnanya seperti mentega,” yang dikatakan Tissa. Dalam langkah ini pulalah, coklat gelap atau biasa disebut dark chocolate biasanya dicetak dalam bentuk bar atau batangan. Jadilah coklat batangan.

Cara Menyimpan Coklat Agar Awet Tidak Cepat Leleh

1.Simpan pada suhu rendah

Cara menyimpan cokelat agar tidak cepat meleleh yang pertama ialah dengan menyimpannya pada suhu rendah saja. Cokelat sebaiknya disimpan di dalam lemari yang sejuk serta dalam keadaan gelap, dengan suhu antara 10 sampai 20 derajat Celcius. Suhu 15 derajat Celcius merupakan suhu yang paling sempurna untuk menyimpan cokelat. Dengan seperti itu, cokelat yang kamu simpan tidak akan cepat meleleh dan akan lebih tahan lama.

BACA JUGA  Cara Membuat Nugget Ayam Rumahan yang Mudah dan Simple!

2.Simpan di dalam kulkas setelah diletakkan dalam wadah

Menyimpan cokelat di dalam kulkas atau lemari pendingin tentunya merupakan cara yang paling sering dilakukan oleh para kebanyakan orang. Akan tetapi, cara menyimpan coklat satu ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Anda tidak dapat hanya meletakkan coklat ke dalam kulkas begitu saja.

3.Jauhkan dari sinar matahari langsung

Salah satu cara menyimpan coklat yang juga sangat penting yaitu dengan menghindari sinar matahari secara langsung. Hal ini hanya akan membuatnya meleleh dengan cepat, maka coklat tidak akan awet.

4.Simpan di tempat kering

Jangan lupa untuk menyimpan coklat di tempat yang kering dan tentunya juga bersih. Cara menyimpan coklat ini dimaksudkan supaya coklat tidak ditumbuhi oleh jamur. Coklat memang akan mudah ditumbuhi jamur bila disimpan pada tempat yang terlalu lembap dan juga basah. Bahkan, coklat yang terkena air kualitasnya juga akan menurun atau bahkan bisa rusak meleleh.

5.Hindari menyimpan di dekat makanan berbau menyengat

Cara menyimpan cokelat selanjutnya yaitu dengan menghindari makanan atau benda-benda yang mempunyai bau menyengat. Hal ini tentunya terkait coklat yang dapat saja tercemar oleh bau menyengat tadi. Bila coklat telah tercemar bau menyengat dari makanan atau benda lain, sehingga aroma dan juga rasa coklat juga bisa berubah.

Demikian artikel tentang Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat Batang, semoga bisa bermanfaat