Perjalanan Penyuntingan Naskah Buku

Perjalanan Penyuntingan Naskah Buku : Penyuntingan ada di muka bumi sejak adanya proses penyalinan naskah sekitar seribu tahun yang lalu. Adapun secara profesional terjadi setelah adanya penerbitan dan percetakan; tepatnya sejak mesin cetak ditemukan oleh Guttenberg pada abad kelima belas. Jadi, pada mulanya penerbitan adalah pencetakan, sebuah kegiatan pembuatan atau memperbanyak naskah yang belum melakukan fungsinya untuk penyebarluasan. Baru pada abad kesembilan belas, penerbit berfungsi seperti sekarang. Penerbit menjadi bagian yang memegang peran penting bagi isi naskah yang dicetak.

Penyuntingan adalah pekerjaan mengolah naskah mentah menjadi sebuah bahan terbitan siap cetak. Bahan yang diolah itu berakhir dengan siap disajikan ke masyarakat pembacanya. Bagian penyuntingan berada di posisi penting dalam sebuah penerbitan. Melalui bagian penyuntinganlah alur kerja sebuah penerbitan berlangsung Penerbitan memiliki alur kerja berdasarkan naskah yang masuk. Proses ini biasanya dinamakan alur editorial atau alur penyuntingan. Alur ini memungkinkan penerbit untuk melakukan pengecekan kemajuan proses pembuatan setiap buku.

BACA JUGA  APAR 6 Kg untuk Memadamkan Kebakaran Tipe B

Penyuntingan Naskah Buku

Penerbitan memiliki organisasi yang terstruktur. Mulai dari direktur (president director) penerbitan terdapat dua wakil direktur, yaitu wakil direktur pengembangan (Vice President Development) dan wakil direktur penerbitan (Vice President Publishing). Keduanya membawahkan bagian-bagian berbeda. Wakil direktur pengembangan membawahkan bagian yang menyangkut bisnis dan pemasaran, sedangkan wakil direktur penerbitan membawahkan dua bagian penting dalam proses penerbitan, yaitu bagian pengembangan naskah di bawah pimpinan seorang editor kepala (chief editor) dan bagian produksi penerbitan di bawah seorang manajer produksi.

Aktivitas penerbitan baku di penerbit terbagi atas tiga aktivitas penerbitan buku baru, pencetakan ulang buku lama, dan perevisian buku lama. Penerbitan di Indonesia memiliki banyak jenis. Ada penerbit buku umum yang menerbitkan buku populer umum dan penerbit yang bergerak di bidang khusus, seperti buku pelajaran, buku perguruan tinggi, buku khusus agama, buku anak, buku kesehatan dan kedokteran, serta buku referensi penunjang pendidikan.

BACA JUGA  10 macam macam minyak zaitun

Dalam perkembangannya, untuk melakukan penerbitan buku asing ke dalam bahasa sasaran dalam hal ini bahasa Indonesia dilakukan penerjemahan bahasa oleh jasa Penerjemah. Hal tersebut dilakukan karena tidak semua orang bisa memahami seluruh bahasa asing, masih banyak pembaca di Indonesia yang hanya hafal bahasa dalam negeri, maka dengan itu sangat diperlukan penerjemahan bahasa oleh Jasa Penerjemah Tersumpah.