Cara Menggunakan Fingerprint untuk Absensi

Cara absen di sebuah kantor bisa menggunakan banyak cara. Hal tersebut juga tergantung dari banyak pertimbangan, sehingga kantor bisa memilih cara absensi yang bisa sesuai kebutuhan. Mulai dari banyaknya karyawan yang dipunyai, budget yang dipunyai, dan juga berbagai hal lainnya. Salah satu mesin absen yang dapat digunakan adalah mesin fingerprint. Mesin absensi sidik jari ini merupakan mesin yang dapat diletakkan di dalam ruangan dan dijaga dengan baik. Dimana apabila terpaksa untuk menempatkan di bagian luar maka akan lebih aman apabila ditambahkan pelindung dan alat bantu pendingin. Oleh karena itulah Anda perlu untuk memilih mesin absen yang tepat.

 

Cara menggunakan fingerprint untuk absensi sendiri mempunyai langkah yang mudah. Adapun untuk langkah yang dapat diikuti adalah:

 

  1. Pertama adalah proses instalasi yang bisa memperhatikan beberapa hal di atas. Mulai dari lokasi yang tepat, menjaga suhu, dan juga lainnya agar menjaga mesin absensi dapat digunakan dengan baik.
  2. Pendaftaran sidik jari merupakan hal lain yang dapat digunakan. Pilih jari yang tepat untuk dapat membuat proses ini menjadi lebih mudah. Pendaftaran sidik jari yang dibutuhkan menggunakan jari manis, jari tengah, atau jari telunjuk.
  3. Terakhir adalah verifikasi yang menunggu konfirmasi bahwa data sidik jari sudah disimpan.

 

Cara menggunakan fingerprint untuk absensi juga sangat mudah. Dimana cara yang bisa digunakan adalah dengan menempelkan jari pada bagian tengah layar. Hal ini memudahkan untuk jari lebih mudah dikenali. Selain itu juga ketika melakukan pendaftaran atau absen juga tekan jari rata pada permukaan layar. Karena apabila meletakkan jari tidak rata akan lebih susah untuk dikenali dan tidak bisa memindai sidik jari.

 

Mesin absensi fingerprint sendiri mempunyai beberapa cara kerja yang digunakan yaitu:

 

  1. Pertama adalah menggunakan pendaftaran pengguna atau user.
  2. Selanjutnya adalah verifikasi user dengan memeriksa ID dan daftar sidik jari.
  3. Selanjutnya memberikan batasan perbandingan.
  4. ID pengguna dengan nomor yang belum terpakai untuk mendaftarkan sidik jari.
  5. Terakhir adalah tingkat kewenangan untuk mengoperasikan mesin fingerprint.