Misteri Makam di Tepi Jalan Klaten

Keberadaan sebuah makam di tepi Jalan Dr Soetomo, Klaten, menjadi misteri. Hingga saat ini, tidak diketahui persis siapa yang dimakamkan di makam tersebut.
“Bapak saya yang merawat makam ini saja tidak tahu cerita siapa dan bagaimana yang di makam itu. Cuma dikenal sebagai makam Mbah Budo, Mbah Budo BAT terkenalnya sebab dekat kantor BAT,” kata perawat makam, Parjono (60), saat ditemui¬† di lokasi, Jumat (26/3/2021).

Makam tersebut persis berada di pinggir jalan, di Desa Karanganom, Klaten Utara. Warga sekitar lokasi juga tidak tahu sejarah makam itu. Parjono mengaku dia merawat makam tersebut karena menjalankan wasiat dari orang tuanya. Saat ayahnya masih hidup, makam itu sudah ada rumah kecilnya atau cungkup.

“Saya hanya dipesan untuk merawat makam Mbah Budo. Siapa dan dari mana asal Mbah Budo tidak ada yang tahu, yang jelas ini tokoh, seorang laki-laki,” ungkap Parjono.

 

Menurut Parjono, makam itu pernah dipugar tahun 1970-an dan diberi nisan tahun 2003. Beberapa kali tembok makam di selatan kena proyek jalan tapi makam tidak pernah dipindah atau digusur.

“Membangun talut sungai juga dibelokkan menghindari melewati makam,” ujarnya.

Kadang ada peziarah yang datang ke lokasi. Peziarah datang dari Klaten dan sekitar Klaten.

“Kalau datang ke lokasi, peziarah datang ke rumah saya pinjam kunci nanti setelah ziarah dikembalikan ke rumah,” terangnya.

“Pas tradisi sadranan atau ruwahan saya cat ulang. Dulu sebelum ada pintu besi pernah dibuat tinggal gelandangan tapi setelah pergi diberi pintu besi,” lanjut Parjono.

 

Parjono menambahkan, tidak ada cerita-cerita aneh atau menakutkan di makam itu. Malah pernah ditemukan makanan dan ayam ingkung (ayam utuh masak) di makam.

“Dua kali ada makanan dan ayam ingkung di lokasi mungkin yang ziarah yang meletakkan. Di timur makam ada batu prasasti tapi tidak terkait makam sebab batu itu dibangun keluarga pejuang kemerdekaan yang gugur di selatan makam zaman perang kemerdekaan,” jelas Parjono.

 

Pantauan Berita Sultra  di lokasi, makam tunggal dengan cungkup itu terletak persis di tepi jalan Dr Soetomo yang ramai kendaraan. Jarak dengan jalan protokol hanya sekitar 300 meter dan dengan jalan lingkar selatan hanya 50 meter.

Bangunan cungkup bercat putih ukuran sekitar 3×3 meter mepet dengan badan jalan. Di atas cungkup ada saluran air cukup besar tapi aliran dibelokkan ke utara makam.

Di timur makam ada pohon beringin besar dan batu prasasti gugurnya pejuang kemerdekaan. Di dalam cungkup hanya ada satu makam bertuliskan Ki Budo.

Sementara itu, mantan Kades Karanganom, Harjanto, mengaku tidak tahu pasti sejarah makam itu. Pemerintah desa selama ini hanya tahu julukan makam itu, yakni makam Mbah Budo.

“Pemerintah desa tahunya itu makam Mbah Budo, ceritanya orang keraton. Hanya itu saja yang diketahui,” ucap Harjanto saat dihubungi