Malang dan Batu adalah dua kota yang mengasyikkan untuk dijelajahi

Malang dan Batu adalah dua kota yang mengasyikkan untuk dijelajahi secara bersamaan kala liburan ke Jawa Timur. Dari Surabaya, dua-duanya dapat ditempuh selama dua sampai tiga jam berkendara.

Malang menawarkan surga bagi para wisatawan yang datang untuk merasakan ritme hidup santai dan sederhana. Meski sekarang mulai ramai dengan kehadiran sebanyak hotel dan pertokoan, keadaan tradisionalnya masih tetap terasa diberbagai  sudut.

Sedangkan Batu, secara resmi semenjak 2001 menyandang kedudukan sebagai kota dengan pemerintahan sendiri. Dari Malang, jaraknya sekitar 15 kilometer dengan suhu rata-rata 15-19 derajat Celsius. Tak heran bila Batu sekarang difavoritkan sebagai tempat berlibur dengan hawa udaranya yang sejuk.

Berikut tempat wisata di Malang dan Paket Wisata Batu yang fotogenik dan tentu akan mengisi galeri Instagram Anda.

 

  1. Kampung Wisata Jodipan

Kampung ini sarat warna sampai-sampai dijuluki sebagai Kampung Warna-Warni. Foto-foto keindahan Kampung Jodipan juga dengan cepat menyebar di sosial media sampai-sampai mengundang wisatawan berdatangan.

Dengan ongkos tiket masuk ekuivalen Rp 2.000 per orang, ketika menyusuri lokasi ini Anda bakal menemukan beberapa banyak anak tangga. Jadi siapkan kaki dan tenaga, terlebih ketika siang hari kala matahari tengah terik dan cuaca lumayan panas.

Di samping itu, tentu tidak sedikit spot potret menarik di Kampung Wisata Jodipan seperti, ragam mural, lokasi tinggal berhiasi pita warna-warni, topeng-topeng, sampai bunga-bunga. Saat haus tidak perlu kuatir karena sejumlah rumah di lokasi ini pun menjajakan mium dan makanan kecil.

 

  1. Coban Rondo dan Taman Labirin

Air terjun bertingkat setinggi 60 meter ini adalah yang paling gampang diakses. Lokasinya berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, atau selama satu jam berkendara dari Malang.

Airnya mengalir dari air terjun kembar yang mempunyai nama Coban Manten yang bergabung dengan nama Coban Dudo, lantas jatuh dan mengalir dengan nama Coban Rondo.

Karena suasananya yang sejuk dan asri, tidak sedikit wisatawan yang piknik dengan memanfaatkan barisan kursi panjang dan gazebo di sini untuk bersantai dan makan bareng keluarga.

Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, sekian banyak  fasilitas juga disediakan, semisal Taman Labirin yang menawarkan spot yang populer untuk berfoto.

Taman ini memang tak terlampau luas, tetapi wisatawan akan dibuat kesulitan mencari solusi karena jalur yang dipagari tumbuhan setinggi dua meter ini berputar-putar dan tidak sedikit yang buntu.

Agar tidak bosan, jalur labirin itu terus diubah, sampai-sampai wisatawan bisa terus menikmati sensasi kembali ketempat awal .

Buka setiap hari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, tiket yang mesti dibayar ialah tiket Kawasan Wisata Coban Rondo Rp 15.000 per orang dan tiket Taman Labirin Rp 10.000 per orang

Kampung ini pun bagus bila disaksikan serta difoto dari jembatan Jalan Gatot Subroto, karena terletak di ambang Sungai Brantas.

 

  1. Pantai Batu Bengkung

Tak disangka, Malang ternyata mempunyai pantai yang indah. Untuk mengarah ke sini, bisa menempuh rute yang sama dengan rute ke Pantai Sendang biru. Setibanya di pertigaan Sendang biru, belok kanan sampai menemukan petunjuk arah Pantai Batu Bengkung.

Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, sejauh 65 kilometer dari pusat kota Malang, atau selama dua sampai tiga jam berkendara.

Sayangnya, di pantai ini wisatawan tidak dapat berenang sebab ombaknya besar khas pantai selatan. Sebagai gantinya, wisatawan bisa duduk-duduk di tepi pantai merasakan hamparan karang yang memecah ombak dari Samudra Hindia.

Di samping itu, ada ceruk yang membentuk kolam alami, khususnya di musim hujan. “Kolam” ini sarat terisi air, sampai-sampai wisatawan bisa bermain air di sini.

Sore hari, naiklah ke puncak bukit yang menjepit pantai untuk melihat sunset. Tentu saja, momen ini amat sayang bila tak diabadikan di kamera.

Hingga saat ini, Kampung Wisata Jodipan menjadi lokasi berfoto terfavorit di Malang.

 

  1. Alun-alun Kota Batu

Berlokasi di tengah Kota Batu, bukan hal sulit untuk menemukannya. Di sinilah sebagian penduduk Kota Batu menghabiskan waktu, sebab memang banyak fasilitas  umum ini disediakan cuma-cuma oleh pemerintah setempat.

Di tengahnya ada patung apel yang menjadi ikon Kota Batu selain kincir. Bila hendak menikmati panorama kota, wisatawan bisa naik ke daerah ini.

Waktu yang tepat berkunjung ke sini ialah saat pagi atau senja hari. Tentunya inilah waktu yang tepat untuk moment berfoto, dari atas kincir .

 

Alun-alun Kota Batu diciptakan dengan konsep yang ramah wisatawan. Di sini pun ada area bermain untuk anak, ruang informasi berbentuk stroberi, di samping dilarang keras merokok.

Di malam hari, area ini akan diisi warga dan wisatawan yang hendak menikmati udara sejuk. Di sekitar alun-alun juga berjejer warung-warung makanan, jangan lupa untuk minum susu di Rumah Susu Ganesha. Kunjungi ya…

 

  1. Omah Kayu

Salah satu yang sekarang menjadi primadona wisata Batu. Lokasinya sendiri berada di lokasi Gunung Banyak.

Sama seperti halnya Kampung Wisata Jodipan, Omah Kayu ini mulai familiar dan banyak dikunjungi wisatawan berkat foto-fotonya yang berseliweran di sosial media.

Sesuai namanya, di sini ada enam lokasi rumah pohon. Jika tidak menginap, wisatawan hanya diizinkan berada di lokasi ini maksimal sampai pukul 17:00. Wisatawan bisa duduk santai di balkon kabin, kemudian berfoto dengan latar hutan pinus.

Tiap lokasi rumah tinggal mempunyai daya tampung maksimal, mulai tiga sampai enam orang, jadi bersiaplah antre jika wisatawan hendak berfoto.

Saking cantiknya, tidak sedikit pasangan yang memakai tempat ini sebagai lokasi potret pranikah.

Terdapat dua jenis tiket, yaitu tiket masuk Kawasan Wisata Gunung Banyak Rp 5.000 per orang dan tiket masuk Omah Kayu Rp 5.000 per orang, sedangkan harga menginap di Omah Kayu mulai Rp 350.000 per malam.