Fakta Menarik Tentang Digital Marketing

Tren jumlah pengguna internet di Indonesia dari th. ke th. semakin meningkat. Survei yang ditunaikan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama dengan lembaga Survei Polling Indonesia terhadap th. 2018–2019 tunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 171,17 juta dari keseluruhan populasi kala itu 264,14 juta jiwa atau sekitar 64,8%. Dibandingkan th. sebelumnya, ada pertumbuhan sebesar 10,12% atau sekitar 27,9 juta jiwa.

Dari keseluruhan knowledge tersebut, provinsi terbanyak pengguna internet di Indonesia adalah Jawa Barat bersama dengan lebih dari 35 juta orang. Disusul oleh provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing bersama dengan sekitar 26 juta pengguna. Sedangkan wilayah bersama dengan pengguna paling sedikit adalah Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Gorontalo.

Jumlah di atas diperkirakan semakin bertambah di th. 2020 mengingat adanya pandemi yang memaksa seluruh aktivitas berubah ke platform daring, juga untuk pekerjaan dan pendidikan. Sesungguhnya, ini adalah peluang yang pas untuk Anda jadi berubah ke digital agency Jakarta, sekarang.

Jika diamati per segmen umur, penetrasi terbanyak pengguna internet Indonesia adalah kelompok usia 15–19 th. bersama dengan penetrasi 91%. Ini berarti dari keseluruhan penduduk usia 15–19 tahun, 91% mengfungsikan internet. Sedangkan kelompok usia kedua terbanyak bersama dengan penetrasi 88,5% adalah usia 20–24 tahun, dan yang ketiga adalah kelompok usia 25–29 th. bersama dengan penetrasi 82,7%. Fakta kelompok usia ini bisa menentukan siasat model pemasaran digital Anda jika hendak menyasar segmen tertentu.

BACA JUGA  Cara Membuat Kompos Organik dengan em4

Ada pula riset lain yang ditunaikan oleh platform manajemen tempat sosial HootSuite dan agensi pemasaran sosial We Are Social, mengatakan pengguna koneksi internet di perangkat mobile sekitar 338,2 juta pengguna atau 2x lebih banyak dibanding internet biasa. Angkanya naik 4,6% dibanding th. sebelumnya. Total pengguna tersebut adalah 124% jika dibandingkan bersama dengan keseluruhan jumlah penduduk Indonesia.

Bisa diambil alih analisis bahwa satu penduduk bisa memakai internet mobile terhadap lebih dari satu alat. Perangkat mobile yang dipakai bisa berupa ponsel pandai atau tablet. Fakta ini tak boleh luput dari perhatian karena mobile app development kini mempunyai peran perlu di dalam siasat menembus digital marketing Indonesia.

Fakta Jumlah Pengguna Media Sosial Indonesia

Selain pemakaian internet secara umum, tempat sosial alias medsos kini mempunyai fungsi perlu di dalam pengaturan siasat digital marketing Indonesia. Awalnya medsos hanya digunakan sebagai sarana sosialisasi dan ajang aktualisasi diri. Kemudian orang jadi mengamati pola tingkah laku pengguna medsos. Ada efek yang cukup signifikan terhadap pola pikir penggunanya, juga juga tentang selera terhadap produk yang tengah tren.

Adanya orang yang diikuti atau menjadi panutan di medsos layaknya para influencer, menyebabkan ketetapan pembeli untuk memakai suatu produk banyak dipengaruhi oleh pihak ketiga. Medsos cukup efisien untuk pemasaran karena pembeli seolah mendapat penerimaan sosial dari produk yang bakal dibeli. Selain itu, pembeli bakal condong melacak konten ulasan wejangan produk dari pengguna asli yang mereka percaya. Medsos juga menciptakan sarana komunikasi yang lebih intens pada penjaja dan pembeli.

BACA JUGA  Pesan Nasi Kebuli di Bekasi Barat Recomended !!

Di Indonesia sendiri, knowledge pengguna medsos terhadap riset Hootsuite dan We Are Social yang dirilis Januari 2020 tercatat sebanyak 160 juta pengguna bersama dengan kadar 59%. Angka itu meningkat 8,1% dibanding th. sebelumnya. Dilihat dari kala penggunaan, umumnya pengguna memakai medsos sekitar 3 jam 26 menit per hari. Angka ini melebihi umumnya international yang tercatat 2 jam 24 menit per hari.

Data survei mengatakan bahwa satu orang pengguna umumnya mempunyai 10 account tempat sosial, baik yang aktif maupun tidak. Jika diamati dari jenisnya, 5 besar tempat sosial yang paling kerap digunakan di Indonesia adalah YouTube bersama dengan penetrasi 88%, WhatsApp (84%), Facebook (82%), Instagram (79%), dan Twitter (56%). Perlu diketahui juga bahwa masing-masing type tempat sosial mempunyai karakteristik pengguna yang berbeda. Anda perlu jeli mengfungsikan potensi tersebut bersama dengan berencana siasat pemasaran yang baik.