Dosen NCL Madiun Di Kapal Pesiar Ini Ternyata

Sebuah kapal pesiar berlabuh di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Rabu 20 Maret 2019. Melalui kesempatan yang diberikan oleh Perusahaan Kapal Pesiar Holland America Line kepada NCL Madiun, diberangkatkanlah 10 orang perwakilan berasal dari mahasiswa gelombang 2 TA 2018-2019 beserta 2 orang pembimbing untuk ikuti kegiatan Tur Kapal Pesiar.

Heboh! Peserta yang terdiri berasal dari 9 orang mahasiswa laki-laki dan 1 orang mahasiswi perempuan yang berangkat berasal dari Madiun terhadap hari Rabu pagi ini justru tidak menyangka, dibalik megah dan mewahnya kapal pesiar, ternyata ada 1 perihal yang sebabkan mereka semua takjub! Berikut ulasannya, eksklusif hanya untuk Anda.

Amsterdam Cruise Line, merupakan nama kapal pesiar punya perusahaan Kapal Pesiar Holland America Line. Kapal yang mengangkut 1380 penumpang, dengan panjang lebih kurang 235 mtr. dan lebar 32 mtr. ini, menawarkan Paket World Cruise Tour (Tur Berkeliling Dunia). Hal ini tentu saja jadi ciri khas tersendiri, sebab jika dibandingkan dengan umumnya kapal pesiar yang ada, kapal ini tentu memberikan pengalaman yang unik dan spektakuler, tidak hanya untuk penumpangnya, tapi terhitung untuk kru/karyawan yang bekerja di dalamnya.

Hal serupa terhitung dirasakan oleh NCL Madiun, melalui undangan yang diberikan secara khusus, NCL Madiun mengirimkan 10 orang perwakilan mahasiswa dan 2 orang pendamping untuk ikuti tur sekaligus mengobservasi bagian-bagian di dalam kapal pesiar tersebut. Diwawancarai redaksi, Rabu malam dikala rombongan baru saja tiba di kampus NCL Madiun, Bapak Fajar yang turut sebagai perwakilan pendamping menyampaikan “beberapa kali kami memperoleh undangan untuk ikuti kegiatan tur kapal pesiar, tapi yang ini jadi lebih spesial.

BACA JUGA  Apa Itu Creative Agency

Biasanya para mahasiswa itu kan kagum dan heboh dengan apa saja yang mereka memandang di di dalam kapal pesiar, mereka banyak bertanya dan melacak data sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan mereka berkenaan kapal pesiar, tapi hari ini (Rabu, 20 Maret 2019,red) mereka baru saja mengetahui secara langsung, bahwa dosen kami Mr Firman itu, ternyata bukan orang teledor di di dalam perusahaan Kapal Pesiar.”

Penasaran dengan yang disampaikan Pak Fajar, redaksi langsung bergerak untuk mengklarifikasi kebenarannya. Dihubungi via kontak perpesanan WhatsApp, Pak Firman memberikan keterangan, “ah tidak layaknya itu kok, anak-anak itu hanya jadi bangga saja, “sumringah” jika kata orang jawa itu. Buat aku pribadi, memasuki kapal pesiar itu layaknya bernostalgia, mengingat aku pernah terhitung pernah lama bekerja di kapal pesiar”.

Menggali lebih jauh, redaksi yang butuh lebih banyak informasi, melanjutkan sesi percakapan chat via aplikasi. “Saya jadi bekerja di perusahaan Kapal Pesiar Holland America Line ini sejak tahun 1977 – 2015. Saya memutuskan berhenti sebab membuat aku sudah cukuplah, aku menginginkan istirahat, menginginkan nikmati saat dengan keluarga di Solo. Kebetulan berteman akrab dengan Pak Darto itu, supaya aku terus turut mengajar di NCL Madiun” begitu yang dijelaskan Pak Firman kepada redaksi.

BACA JUGA  Resep Olahan Tepung Maizena

Kepada mahasiswa yang jadi peserta kegiatan Tur Kapal Pesiar pada saat sekolah kapal pesiar, redaksi turut melacak berita. Ferry Pratama, mahasiswa yang berasal berasal dari Medan mengungkapkan kebangaannya, “Saya tidak sanggup berbicara apa-apa ya, gimana ya bilangnya, bingung saya, yang pertama jika soal kapal pesiar, sesungguhnya aku sudah kerap memandang di YouTube, baru pertama kali masuk yang beneran, otomatis seneng lah, sanggup mengetahui kapal pesiar secara langsung.

Tapi, tapi yang membuat kami kaget, kagum dan bangga itu ya sebab Pak Firman itu, Pak Firman kan dosen kami di NCL Madiun, kami baru tau ternyata Pak Firman itu tak sekedar pernah bekerja di kapal pesiar, ternyata beliau adalah seorang mantan Manager di Kapal Pesiar Holland America Line ini, orangnya tenar ramah, banyak disenengin serupa semua orang, banyak banget temennya, jadi berasal dari yang di level pekerja sampai level setingkat manager, gila keren banget itu, kami bangga serupa beliau, lebih bangganya sebab beliau itu dosen kami