FAKTA UNIK

Budidaya Melon Hidroponik

Budidaya melon hidroponik menjadi suatu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Melon ialah buah yang nilai ekonominya cukup tinggi. Maka dari itu, banyak petani yang berminat untuk membudidayakan komoditas tersebut.

Cara budidaya melon hidroponik

Persemaian

Benih pada umumnya disemai di rockwool. Bibit yang sudah dapat dipindahkan ke media tanam hidroponik setelah berumur 14 hari.

Menyiapkan media tanam

Langkah budidaya melon hidroponik selanjutnya menyiapkan media taman. Jenis media tanam yang dapat digunakan yaitu campuran arang sekam + pasit perbandingan 1:1, atau cocopet + arang sekam dengan perbandingan 1:1.

Melarutkan nutrisi

Untuk menahan pertumbuhan dan produktivitas melon, maka tanaman perlu diberi nutrisi secara berimbang. Nutrisi hidroponik perlu mengandung unsur hara makro maupun mikro yang menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman melon.

Baca juga Pelatihan Budidaya Melon

Penanaman

Cara menanam melon hidroponik yaitu dengan meletakkan bibit pada media tanam hidroponik yang telah disiapkan.

Perawatan tanaman

Kegiatan perawatan tanaman melon hidroponik yaitu pemberian nutrisi, pemasangan ajir, dan pemangkasan. Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan saat tanaman berumur sekitar 21 hari setelah tanam.

Sedangkan pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 minggu setelah pindah tanam. Pemangkasan tersebut bertujuan memotong pucuk tanaman agar pertumbuhan buah optimal.

panen

Melon hidroponik dapat mulai dipanen setelah tanaman berumur 50 hari sampai 2 bulan. Cara panennya yaitu dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau yang bersih.

 

Tips Merawat Tanaman Melon

Penyiraman

  1. Gunakan selang tetes tetes dengan hati hati, agar daun tetap kering.
  2. Pastikan tanah benar-benar terendam udara dengan menyeluruh saat penyiraman.
  3. Kurangi penyiraman bertahap saat buah melon mulai matang untuk meningkatkan rasa.
  4. Hindari penyiraman yang berlebihan karena banyak penyiraman selama dua minggu terakhir pendinginan dapat menyebabkan buah melon pecah.

Penyiangan

  1. Akar melon terletak dekat permukaan tanah, jadi jangan melakukan pencangkulan tanah terlalu dalam atau dekat dengan tanaman saat menyiangi gulma.
  2. Selanjutnya lakukan penyiangan dengan cangkul atau perkakas tangan secukupnya untuk memotong gulma di bawah permukaan tanah.
  3. Jika penyiangan tidak dapat dilakukan dengan perkakas, cabut gulma besar menggunakan tangan.

 

Risiko Hama pada Tanaman Melon

  1. Terdapat serangga yang terkadang menyerang melon, seperti kumbang daun. Mereka akan merusak tanaman dengan memakan daun, batang, dan buah, dan membuat tanaman melon menjadi layu.
  2. Tanaman melon juga berisiko mengalami serangan embun tepung. Embun tepung termasuk penyakit dari jamur yang terbentuknya bitnik bintik putih pada daun dan tanaman merambat. Hal tersebut dapat menginfeksi tanaman melon maka akan membusuk.
  3. Untuk mengatasinya, perlu membuang tanaman yang sakit agar tidak menulari daun atau buah sehat lainnya.
  4. Kemudian buanglah buah busuk dari kebun untuk mencegah penyebaran ke buah yang sedang berkembang.
  5. Selajutnya selain itu, pada tips cara menanam melon, jangan membusuk buah busuk dan matang secara bersamaan karena buah yang busuk dapat menyebar pada buah yang matang dengan baik saat disimpan di lemari es.
  6. Pada akhir musim tanam, pisahkan tanaman melon yang sakit atau terjangkit hama sepenuhnya.
  7. Serangan hama atau penyakit pada tanaman melon dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin. Meyakinkan untuk mengatur kelembapan pada tanaman melon agar jamur dan bakteri tidak tumbuh.
  8. Kemudian gunakan juga alat tetes tetes agar tanaman cepat kering di bawah sinar matahari, sehingga daun tidak akan membusuk. Selanjutnya, pasang mulsa untuk menutupi seluruh tanah dengan plastik atau mulsa organik, seperti jerami atau serpihan kayu.
Exit mobile version