Apa Saja Sih Unsur Intrinsik Puisi?

 

 

 

 

 

Pernah nggak, kamu lihat orang yang tengah membaca puisi? Puisi yang dibacakan terdengar sangat indah, bukan? Kira-kira bagaimana ya caranya agar puisi mampu tercipta dengan indah?

Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur-unsur inilah yang mampu membangun puisi berasal dari di dalam dan berasal dari luar agar sebuah puisi mampu jadi indah.

Unsur Intrinsik Puisi
Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di di dalam karya sastra (puisi). Unsur intrinsik puisi terbagi jadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik. Kita bahas satu per satu, di https://www.diakui.com/!

A. Unsur Batin
Unsur batin puisi terdiri atas empat unsur, yaitu tema, rasa, nada, dan amanat.

1. Tema
Tema adalah ide pokok yang diungkapkan di dalam sebuah puisi. Tema jadi penentu penyair untuk pilih diksi di dalam puisi. Contohnya, puisi dengan tema kasih sayang seorang ibu kepada anaknya bakal punya diksi yang tidak serupa dengan puisi bertemakan perjuangan para pahlawan melawan penjajah.

2. Rasa
Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke di dalam puisi. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, andaikan latar belakang pendidikan, agama, style kelamin, kelas sosial, kedudukan di dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, serta ilmu penyair.

BACA JUGA  Motivasi Bisnis Pemula

3. Nada
Nada adalah wujud sikap penyair pada pembaca. Nada punya kaitan erat dengan suasana. Penyair mampu menyampaikan puisi dengan beragam nada. Misalnya, puisi dengan nada sedih mampu mengakibatkan perasaan pembaca jadi iba. Tentu saja perihal ini mampu menghadirkan keadaan yang penuh kesedihan.

4. Amanat
Amanat adalah pesan yang menginginkan disampaikan penyair kepada pembaca. Melalui puisi yang dibaca, pembaca mampu mendapatkan amanat secara tersurat ataupun tersirat.

 

B. Unsur Fisik
Unsur fisik puisi terdiri atas lima unsur, yaitu diksi, rima, tipografi, imaji, kata konkret, dan model bahasa.

1. Diksi
Diksi adalah pilihan kata pada puisi. Fungsi diksi di dalam puisi tersedia dua, yaitu kegunaan estetis dan kegunaan ekspresif. Fungsi estetis berarti diksi berfaedah sebagai unsur yang memperindah puisi. Sedangkan kegunaan ekspresif berarti diksi berfaedah sebagai unsur yang menunjang penyair mengutarakan ekspresi yang dimiliki.

2. Rima
Rima adalah kesamaan nada atau bunyi. Rima tidak hanya mampu dijumpai pada akhir tiap tiap larik atau baris puisi saja, tetapi mampu juga berada di pada tiap tiap kata di dalam baris.

3. Tipografi
Tipografi adalah wujud estetik pada wujud penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi di dalam wujud baris, tetapi tersedia juga puisi yang disusun di dalam wujud fragmen-fragmen. Bahkan tersedia juga puisi yang ditulis dengan wujud yang menyerupai apel, wujud zig-zag, ataupun style lainnya.

BACA JUGA  Jenis-Jenis Bisnis Digital Yang Paling Umum di Indonesia

4. Imaji
Penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan di dalam puisinya. Imaji adalah kata atau urutan kata yang mampu memperjelas apa maksud dan obyek penyair. Pengimajian dilaksanakan agar puisi mampu menggugah imajinasi pembaca lewat penginderaan.

5. Kata Konkret
Kata konkret maksudnya adalah permintaan penyair untuk melukiskan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud. Oleh gara-gara itu, dipilih kata-kata yang mengakibatkan segala perihal terkesan mampu disentuh dan dibayangkan.

6. Gaya Bahasa
Gaya bhs adalah cara penyair mengfungsikan urutan kata di dalam mengutarakan sesuatu. Dalam sebuah puisi, model bhs banyak dijumpai di dalam wujud urutan kata yang berbentuk konotatif, berlebihan, apalagi terkesan merendahkan diri.

 

Umumnya, tiap tiap penyair punya model bhs tersendiri. Gaya bhs di dalam puisi mampu diamati lewat majas-majas yang digunakan. Adapun style majas yang sering digunakan di dalam puisi pada lain, majas personifikasi, majas metafora, majas eufemisme, apalagi tidak jarang penyair mengfungsikan majas ironi.