Mengenal Serat Sabut Kelapa Yang Banyak Manfaat

Banyak orang ingin mengelola dan menggunakan sesuatu barang yang berasal dari alam. Nah salah satunya serat alam sabut kelapa. Karena agar tidak menjadi limbah kita harus bisa memanfaatkannya. Mari mengenal serat alam sabut kelapa.

Serat alam

Serat alam adalah bahan mentah untuk produksi benang atau kain yang berasal dari tumbuhan, hewan, atau proses geologi. Biasanya serat alam disebut juga sebagai serat tekstil.

Serat jenis ini terbentuk dari tumbuhan, hewan, atau proses geologi yang terurai, dan serat alami lebih mudah membusuk. Namun, hal ini justru membuat serat alami lebih ramah lingkungan dibandingkan serat buatan atau sintetis.

Namun, serat alami juga menawarkan kenyamanan terbaik bagi pengguna karena terbuat dari tumbuhan dan hewan.

Sabut Kelapa

Sabut kelapa merupakan salah satu bahan penyusun buah kelapa yang apabila diolah dan ditambang dapat menjadi produk yang dibutuhkan untuk pasar dalam negeri bahkan menjadi produk dengan nilai ekspor yang tinggi. Serat kelapa dapat dijadikan menjadi berbagai olahan produk diantaranya Cocopeat, Cocofibre, Cocomesh, Cocopot, Coco Fiber Board, dan Cococoir. Bahan ini adalah bahan baku kasur, pot, kompos kering dan lain sebagainya.

Jenis Olahan Sabut Kelapa

1.Serat Sabut (Cocofibre)

Salah satu produk sabut kelapa yang paling banyak digunakan dan banyak digunakan adalah sabut kelapa.

Sabut kelapa juga digunakan di sebagian tempat untuk melindungi dari erosi. Serat sabut kelapa juga bisa diolah menjadi coir fiber sheet, yang biasanya digunakan untuk sarung jok mobil, tempat tidur bulu, dan lain-lain.

2. Bubuk sabut kelapa (cocopeat)

Olahan sabut kelapa ini merupakan hasil pengolahan selimut atau batok kelapa yang mengandung bahan penting yang sangat efisien. Bagi yang belum tahu, cocopeat adalah batok kelapa yang dibuat menjadi butiran gabus atau disebut juga cocopith atau sabut kelapa. Jadi intinya sama. Olahan sabut kelapa ini biasa digunakan sebagai media tanam yang menggantikan tanah, karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi maka membuatnya sangat cocok untuk penanaman tanaman hortikultura dan sebagai media rumah kaca. Selain itu, cocopeat juga mamiliki kemampuan mampu menahan kadar air dan unsur kimiawi pupuk, dan kelebihan lainnya mampu menetralkan keasaman tanah.

3. Serbuk Sabut Padat

Mungkin ini terdengar agak aneh bagi kami. Jadi batu cocopeat ini merupakan empulur yang dipadatkan atau empulur yang dapat dengan mudah digunakan untuk rumah kaca, tanaman pot di lapangan golf, lansekap dan juga untuk mengendalikan erosi. Cocopeat brick tidak hanya ramah lingkungan, namunsudah melewati uji secara ekstensif dengan predikat sebagai media pertumbuhan tanaman.

3. Cocomesh

Cocomesh Pengendali Erosi

Cocomesh adalah jaring kelapa-kelapa yang 100% dibuat dengan proses alami. Penggunaan Cocomesh jaring sabut kelapa biasanya untuk reklamasi lahan tambang, pencegah erosi, dan lain-lain. Cocomesh juga dapat membantu pertumbuhan kembali di tanah tempat Cocomesh dipasang.

4. Cocosheet(Lembaran Serat Sabut)

Serabut kelapa olahan yang diproduksi dalam bentuk lembaran biasa disebut dengan cocosheet menurut beberapa penelitian. Lembaran serat sabut ini telah dibuktikan mampu mengurangi suara dan menyerap suara bising, terutama pada frekuensi tinggi yang mencapai 2000 Hz. Penggunaan cocosheet ini bisa menyaingi penggunaan glass wool. Pemilihan cocosheet ini banyak dipilih karena harganya yang murah.

5. Papan semen sabut kelapa (Coconut Fiber-Cement Board)

Keunggulan dari Coco Fiber Board antara lain kualitas dan kekuatan yang tidak kalah dengan MDF yang tersedia secara komersial. Oleh karena itu, tidak diperlukan perekat kimia. Kemampuan daya serap air yang lebih rendah dibandingkan dengan MDF.

Nah, itulah ulasan mengenai serat alami serabut kelapa. Anda bisa tahu lebih baik bagaimana itu datang, bagaimana itu digunakan, bagaimana bentuknya. Semoga bermanfaat.