Pengertian dan Proses Metamorfosis Lalat

Pengertian dan Proses Metamorfosis Lalat – Dalam dunia peternakan Lalat merupakan salah satu jenis serangga yang selalu lekat dengan kesan jorok atau kotor.

Hal ini mungkin disebabkan karena lalat ini suka hinggap di kotoran dan mereka memperoleh makanan dengan cara memuntahkan air liurnya dahulu baru kemudian memakannya kembali. Lalat merupakan sub-ordo dari Diptera. Ia mungkin serupa dengan nyamuk, namun sebenarnya mereka merupakan 2 spesies yang berbeda.

Sama seperti halnya nyamuk, lalat juga merupakan media penyebar penyakit yang cukup serius pada umat manusia. Sebab pada saat lalat menghinggapi makanan atau sebuah tempat, maka makanan dan tempat tersebut akan terkontaminasi dengan kuman yang jumlahnya kurang lebih 125.000.

Lalat termasuk contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna dalam fase hidupnya. Metamorfosis pada lalat melalui urutan tahap mulai dari fase telur, fase larva, fase pupa, baru kemudian fase imago (lalat dewasa).

Secara lengkap, kami akan mengulas pembahasan mengenai alur dan proses metamorfosis pada lalat tersebut pada artikel kali ini. Bagi Anda yang ingin mengetahui secara pasti bagaimana cara pengendalian populasi lalat yang efektif berdasarkan fase hidupnya, jangan lewatkan pembahasan dibawah!

Metamorfosis Lalat

Seperti yang telah dijelaskan diatas, proses metamorfosis lalat melalui 4 fase. Keempat fase tersebut meliputi fase telur, fase larva, fase pupa, dan fase imago tersebut secara sekilas dapat diilustrasikan dengan gambar dibawah ini.

  1. Fase Telur

Fase pertama pada proses metamorfosis lalat diawali oleh fase telur. Telur dihasilkan oleh lalat betina setelah sel telurnya dibuahi oleh spermatozoa lalat jantan.

Telur lalat umumnya diletakan secara berkelompok oleh induk betina di tempat-tempat yang kumuh atau kotor, seperti sampah, bangkai, bahkan sampai kotoran manusia. Tempat-tempat yang kotor tersebut biasanya mengandung banyak protein yang menjadi makanan utama para larva lalat pada saat telur menetas nantinya. Selain itu, tempat yang kotor dianggap merupakan tempat yang aman bagi induk lalat untuk meletakan telur karena jauh dari jangkauan para pemangsa.

Telur lalat memiliki bentuk lonjong bulat dan berwarna putih dengan ukuran panjang 1 sd 2 mm. Dalam proses metamorfosis pada lalat, telur biasanya akan menetas dalam kurun waktu 1 sd 1 hari hingga kemudian berubah menjadi larva.

  1. Fase Larva

Setelah telur menetas, larva lalat atau yang sering kita sebut dengan nama belatung ini akan memakan makanan di sekitarnya. Bentuknya sebenarnya sangat menjijkan terlebih karena ia memakan banyak kotoran. Ia akan tumbuh dan mengalami beberapa kali molting atau instar atau istilah lain untuk ganti kulit. Seiring dengan pergantian kulit tersebut, tubuh larva akan semakin membesar dan juga mengeras.

Lama periode larva pada metamorfosis lalat terbilang relatif sangat cepat. Proses ini hanya perlu memakan waktu selama 2 hari saja. Pada periode ganti kulit yang terakhir, larva lalat akan mencari tempat untuk berlindung. Ia akan memasuki fase pupa yang kemudian tubuhnya akan menjadi inaktif.

  1. Fase Pupa

Setelah periode instar yang terakhir, larva lalat akan mencari tempat perlindungan untuk beristirahat dan menjalani fase pupa. Tempat yang dipilih biasanya adalah tempat yang gelap dan terlindung dari paparan sinar matahari secara langsung.

Struktur tubuh larva akan berubah menjadi bentuk yang menyerupai kokon dengan warna coklat dan tekstur yang cenderung keras. Larva mulai memasuki periode pupa dan terus tumbuh membelah selama kurang lebih seminggu.

Pada hari ke 3 sampai hari ke 6 pupa akan mulai membentuk sepasang sayap, hingga akhirnya ia keluar dari selubungnya untuk mulai terbang sebagai lalat dewasa.

  1. Lalat Dewasa

Selesai dengan periode pupa, proses metamorfosis lalat akan dilanjutkan dengan fase imago. Lalat dewasa yang keluar dari selubung pupa mulai terbang kesana kemari mencari makan untuk bertahan hidup. Makanannya adalah zat-zat organik yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Periode imago lalat dewasa memang terbilang sangat pendek, yaitu hanya sekitar 21 hari saja. Meski begitu, dalam masa hidupnya tersebut lalat bisa menghasilkan sampai lebih dari 900 butir telur. Peletakan telur yang dilakukan oleh induk betina lalat akan mengawali proses metamorfosis lalat-lalat keturunannya.

Nah, demikianlah sekilas pembahasan tentang bagamana proses metamorfosis lalat mulai dari tahapannya hingga gambar ilustrasinya.

Dari pemaparan di atas, bagaimanakah teknik yang tepat untuk mengendalikan populasi lalat yang banyak berkeliaran di rumah Anda?

Jawabannya adalah dengan selalu membersihkan lingkungan sekitar, mulai dari sampah-sampah yang menjadi tempat peletakan awal telur lalat oleh indukannya.

Jika lalat tak bisa meletakan telur karena tidak ada tempat yang kotor, maka lalat juga tidak akan berkembang biak dan menjadi banyak di sekitar rumah Anda. Semoga artikel ini membantu anda dalam menyelesaikan permasalahan dalam membasmi populasi lalat.