Zaman Praaksara

Bicara mengenai zaman praaksara di Indonesia tentunya berbeda-beda dengan yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pendukung mengenal aksaranya.

Adanya penemuan tersebut, kita jadi tahu tentang nenek moyang bangsa kita terdahulu.

Dimana alat-alat yang ditemui memberi petunjuk sebuah jalur yang dapat menelusuri dari awal hingga berakhirnya zaman tersebut.

Penasaran Kan?

Yuk kita simak penjelasan lengkapnya mengenai zaman praaksara berikut ini!

Pengertian Zaman Praaksara

Biasanya zaman praaksara sering juga disebut sebagai zaman nirleka (nir yang artinya “tidak”, dan leka yang berarti “tulisan aksara”). Itu artinya zaman tulisan belum ditemukan.

Lalu, apa yang dimaksud zaman praaksara?

Zaman praaksara adalah masa manusia purba belum mengenal tulisan.

Sebab, setiap suku yang ada mengalami masa prasejarah dengan memiliki masa periode yang tidak bersamaan atau berbeda-beda.

Dengan hilangnya masa prasejarah ini memiliki waktu yang berbeda-beda pula.

Setelah manusia mulai mengenal tulisan, di zaman ini pun berubah menjadi zaman sejarah.

Pembagian Zaman Praaksara

Berdasarkan hal diatas, dari dulu hingga sekarang bumi dibagi menjadi 4 zaman, diantaranya :

  1. Zaman Arkeozoikum

Dimana zaman arkeozoikum ini diperkirakan telah ada dari 545 hingga 450 juta tahun yang lalu. Zaman ini menjadi zaman tertua dalam perkembangan bumi dan yang hidup di bumi.

Di zaman Arkeozoikum ini keadaan bumi masih belum stabil. Hal itu karena kulit bumi masih dalam proses pembentukan, dan udara di bumi pada saat itu masih sangat panas. Jadi di zaman ini belum terdapat tanda-tanda kehidupan.

Zaman Arkeozoikum ini pun berakhir, dikarenakan oleh adanya adanya penurunan suhu yang memungkinkan munculnya suatu kehidupan baru.

  1. Zaman Paleozoikum

Zaman Paleozoikum  ini juga kerap disebut sebagai zaman primer yang kira-kira telah berlangsung 340 juta tahun yang lalu.

Pada masa Paleozoikum ini terjadi karena adanya penurunan suhu yang sangat drastis pada bumi waktu itu.

Dimana bumi mendingin di masa ini dan juga makhluk hidup diperkirakan mulai muncul. Seperti makhluk memiliki sel satu dan tidak bertulang belakang seperti sejenis amfibi dan bakteri.

  1. Zaman Mesozoikum

Zaman Mesozoikum atau kerap juga disebut sebagai zaman sekunder ini diperkirakan telah berlangsung 140 juta tahun yang lalu.

Masa Mesozoikum ini ditandai karena adanya binatang-binatang reptil dengan memiliki tubuh yang besar seperti dinosaurus.

Itu sebabnya, kenapa zaman Mesozoikum disebut juga sebagai zaman reptil.

  1. Zaman Neozoikum

Untuk zaman Neozoikum ini sendiri telah terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Di masa neozoikum ini, kehidupan di bumi kian mulai stabil dan berkembang.

Zaman Neozoikum ini terbagi menjadi 2 zaman, diantaranya :

  • Zaman Tersier

Untuk zaman tersier ini sendiri ditandai oleh adanya hewan-hewan besar yang mulai berkurang. Selain itu, juga sudah memiliki berbagai jenis hewan yang menyusui.

Contohnya seperti monyet dan kera.

  • Zaman Sekunder

Pada zaman sekunder ini ditandai oleh munculnya tanda-tanda kehidupan manusia purba di masa itu.

Lalu, zaman Neozoikum ini terbagi lagi menjadi dua zaman, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Zaman Pleistosen / Diluvium (masa glasial atau es)

Untuk zaman pleistosen ini sendiri kira-kira telah berlangsung sejak 600 ribu tahun yang lalu, hingga kemudian kehidupan manusia mulai ada di era ini.

Di zaman pleistosen tersebut, juga ditandai oleh mencairnya es di kutub utara yang dikarenakan oleh perubahan iklim.

  • Zaman Holosen / Alluvium

Zaman holosen (alluvium) ini sudah diperkirakan terjadi sejak 20 ribu tahun yang lalu. 

Disamping itu, di zaman holosen ini juga ditandai dengan munculnya homo sapiens. Dimana homo sapiens adalah nenek moyang manusia modern di era ini.

Sumber referensi : Genemil