Dampak Penebangan Liar Bagi Orang Hutan

Dampak Penebangan Liar Bagi Orang Hutan

Menurut pemerhati lingkungan hutan tropis di pulau Kalimantan yang adanya penebangan liar yang merupakan rumah bagi orang hutan, bahkan dalam waktu setahun setelah Departemen Kehutanan Indonesia dan Kementerian Lingkungan setempat  mengintruksikan untuk menydahi eksploitasi hutan secara berlebihan tersebut.

senapananginpedia.com

Pada saat waktu Greenpeace ( organisasi lingkungan ) memaparkan hasil dari penyelidikannya di sungai putri. dengan menunjukkan adanya operasi penebangan liar yang telah terjadi dengan beroperasi pada waktu malam hari yang tepatnya di daerah yang menjadi rumah bagi orang hutan.

Mengutip dari website senapananginpedia.com Hutan ini meliputi area seluas 500.000 hektar di daerah ini dihuni oleh sekitar 1.200 orang hutan. Hal-hal yang menunjukkan adanya penyalahgunaan ini merupakan ancaman bagi pemerintah untuk melaksanakan moratorium dan upaya tindakan  untuk memberhentikan eksploitasi  pada hutan gambut, musim kemarau pasca kebakaran dengan skala besar di 2015. Kebakaran yang telah menghancurkan 2,6 juta hektar hutan dan menyebabkan masalah kesehatan. Perusahaan Kayu Industri dan perkebunan kelapa telah merubah rawa gambut menjadi industri perkebunan. Bank Dunia memperkirakan kebakaran menyebabkan kerugian 16 miliar dolar AS.

Mengutip dari AP, eksploitasi forest Princess dan Investasi Cina di pabrik pengolahan kayu didukung oleh provinsi dan pejabat kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.

Company Indonesia, Ekuator Moharison, meneruskan izin dari Kementerian Kehutanan untuk menebang hutan dan rencana kerja surat disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Greenpeace mengatakan bahwa kayu untuk di teruskan ke pabrik dan bisnis perabotan di wilayah Ketapang