Sosok Ratu Shima: Ratu Berpengaruh yang Memerintah Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga adalah kerajaan bercorak Hindu yang terdapat di Jawa Tengah. Kerajaan ini berdiri pada abad 6 Masehi dan berpusat di Kabupaten Jepara. Kerajaan ini familiar akan tanahnya yang subur. Selain itu, sejarah pun mencatat bahwa; pernah terdapat seorang perempuan yang memerintah kerajaan ini di tahun 674 M. Yakni, Ratu Shima. Lantas siapakah sosok sang Ratu?

Ratu Shima, Salah Satu Ratu Berpengaruh di Jepara

Silsilah Ratu Kerajaan Kalingga yang Terkenal

Ratu tidak saja dikenal karena kecantikannya namun pun kebijaksanaannya dalam memerintah. Berikut ini adalahsumber yang menjelaskan silsilah sang ratu, antara lain:

Istri Raja Kalingga

Ada riwayat yang mengaku bahwa sang Ratu adalahistri dari Raja Kartikeyasinga yang adalahraja yang memerintah Kalingga semenjak tahun 648 hingga tahun 674 Masehi. Sementara ayah Raja Kartikeyasinga tidak diketahui namanya dan memerintah semenjak tahun 632 hingga 648 Masehi. Menurut daftar sejarah, Raja Kartikeyasinga berasal dari keturunan Kerajaan Melayu Sribuja yang sedang di Palembang. Meski riwayat suaminya sudah diketahui, tetapi riwayat Ratu cantik rupawan ini masih belum diketahui dengan pasti sampai saat ini.

Berasal dari keturunan pendeta Hindu Sriwijaya

Ada pula sumber yang mengaku bahwa Ratu adalahanak dari seorang pendeta yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Ratu bermunculan di tahun 611 M di wilayah Musi Banyuasin. Kemudian pada tahun 628 M, Ratu menikah dengan pangeran Kartikeyasinga yang juga ialah keponakan kerajaan melayu Sribuja.

Sepak Terjang Ratu Kerajaan Kalingga

Ratu adalah pemeluk taat Hindu Siwa yang tadinya tidak tercebur langsung dalam hal pemerintahan Kerajaan Kalingga. Ratu sendiri mempunyai dua orang anak dari suaminya Raja Kartikeyasinga, yakni Parwati dan Narayana.

Sebelum pelantikan ratu cantik itu menjadi raja yang berkuasa, Kerjaan Kalingga dipecah menjadi dua yaitu unsur utara serta selatan. Kerajaan Kalingga di bagian unsur utara atau Bumi Mataram dipimpin oleh Raja Parwati (695 M-716 M). Sementara unsur Selatan atau Bumi Sambara dipimpin Raja Narayana.

Pada masa pemerintahan sang Ratu, kerajaan sempat merasakan ancaman penyerangan dari Kerajaan Sriwijaya yang sedang perluasan besar-besaran. Penyerangan ini sendiri menyusul penolakan pinangan dari Raja Sriwijaya ketika itu, yakni Sri Jayanasa.

Nah, tersebut sedikit sejarah mengenai Ratu Shima. Semoga kita dapat meneladani sosok ratu cantik tersebut, dan semoga informasi ini dapat meningkatkan wawasan kita.

Sumber: JENGSUSAN.COM