Proses tahapan memulai bisnis konveksi

Setelah mengetahui pengertian konveksi dan bisnis konveksi, selanjutnya kita serta perlu mengetahui tahapan memulai usaha konveksi tersebut. Meskipun bisnis ini terbilang menguntungkan, namun kamu tidak  dapat asal-asalan untuk memulai usaha konveksi.

Sebelum membuka usaha konveksi Anda membutuhkan beberapa tahap persiapan berikut ini:

  1. Tahap Awal Persiapan: Analisa Bisnis. Dalam memulai sebuah bisnis, persiapan yang matang sangat dibutuhkan. Pada tahap persiapan ini, kamu perlu melakukan analisa mendalam terkait bisnis yang akan kamu lakukan. Jangan sampai kamu merasa ragu dan akhirnya tidak dapat menjalankan bisnis sesuai timeline yang telah ditentukan. Persiapan ini meliputi, analisis peluang, persediaan modal, potensi pasar serta hambatan-hambatan yang dapat saja terjadi di tengah perjalanan. Bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan oleh tim. Jadi, usahakan untuk membentuk tim kecil untuk membantu kamu menganalisis bisnis yang akan kamu jalankan. Tak lupa serta kamu harus memikirkan jumlah karyawan yang akan kamu gunakan, karena ini menentukan jumlah peralatan yang akan dibeli. Disarankan untuk tidak merekrut pegawai berlebihan karena kamu harus memikirkan anggaran untuk gaji pegawai. Jangan sampai kamu justru rugi karena pendapatan habis untuk menggaji pegawai. Sehingga pada tahap persiapan betul-betul  harus dipersiapkan.
  2. Persiapan Sarana dan Prasarana. Tentu untuk membuka usaha bisnis konveksi, kamu membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung bisnis kamu. Sarana adalah yang termasuk peralatan penunjang. Prasarana adalah yang termasuk lokasi untuk membuka usaha, dalam hal ini adalah rumah karena kamu akan membuka usaha konveksi untuk skala rumahan. Peralatan yang dibutuhkan dalam bisnis konveksi, meliputi mesin jahit, obras, overdeck, rantai, meja steam, meja potong, mesin potong dan peralatan menjahit seperti meteran, gunting, dan lain-lain. Peralatan tersebut telah mencukupi untuk bisnis rumahan. Namun untuk kuantitasnya disesuaikan dengan jumlah karyawan yang kamu rekrut.
  3. Mencari Provider Kain yang Murah. Bahan utama yang digunakan dalam bisnis konveksi adalah kain dan benang. Kamu dapat memulainya dengan membangun relasi bisnis dengan penyedia kain dan benang yang dapat menawarkan harga terjangkau dan kualitas yang terjamin. Sebaiknya jangan asal-asalan untuk memilih provider, karena ini akan menentukan kualitas pakaian yang akan kamu hasilkan nantinya. Pilihlah provider yang telah memiliki pasaran baik dan murah. Karena bisnis ini ditujukan untuk pemula, tentu kamu harus menghemat funds yang harus dikeluarkan untuk penyediaan bahan baku.
  4. Strategi Pemasaran atau Promosi Grosir Pakaian. Setelah kamu memantapkan hati dan segala persiapan telah terpenuhi, kamu dapat memulai untuk menyusun strategi pemasaran usaha kamu. Ini adalah tahapan yang paling sulit karena sebagai pemula kamu akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan konsumen pertama kamu. Pemasaran dapat dilakukan melalui sosial media, pengiklanan di koran dan majalah maupun cara promosi lainnya. Untuk mendapatkan konsumen, kamu dapat memakai startegi diskon untuk tujuh hari pertama pembukaan usaha kamu. Cara ini terbilang sangat ampuh untuk menarik minat masyarakat. Selain itu, lokasi pemasaran serta perlu direncanakan. Pilihlah lokasi yang sekiranya berada di sekitar orang-orang yang membutuhkan grosir pakaian konveksi, seperti di lingkungan kampus, pekerja dan tempat ramai lainnya. Kamu dapat memakai brosur untuk menunjukkan apa dan dimana usaha kamu untuk memudahkan orang lain menghubungi kamu.

 

Tahapan Proses Produksi Konveksi

Proses produksi konveksi memiliki tahapan-tahapannya loh! Dalam suatu tahapan produksi, ada beberapa proses yang harus dilakukan agar produksi tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa tahapan dari proses produksi konveksi, yaitu:

Menyiapkan Materials

Pertama-tama menyiapkan materials yang dibutuhkan seperti kain, benang, kancing, dan materials konveksi lain yang dibutuhkan, mengikuti desain produk konveksi yang akan dibuat.

Perencanaan Pola

Dalam proses ini kita akan menentukan rancangan dari pakaian yang akan dibuat. Dalam proses ini biasanya pakai program komputer, seperti Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Corel Draw dan program lainnya.

Proses Potong Kain

Setelah menentukan rancangan pakaian disini kita akan melakukan pemotongan kain yang sesuai dengan perencanaan, misalkan pemotongan kain untuk dasar pakaian, saku dan atribut lain yang dibutuhkan.

Setting Aplikasi

Setelah proses potong kain selesai, kita akan melakukan setting aplikasi yang digunakan, pakaian tersebut pakai sablon ataupun bordir.

Proses Aplikasi

Dalam tahap ini kita akan melakukan penerapan dari setting aplikasi yang telah dilakukan ke dalam pakaian, pakai mesin yang sesuai dengan aplikasi yang digunakan.

Proses Jahit

Setelah penerapan aplikasi selesai baru disini kita melakukan proses jahit. Pola jahit disini harus sesuai dengan pola yang telah kita buat seperti disebutkan pada poin nomor 2 di atas.

High quality Management

Setelah proses jahit selesai, maka harus dilakukan proses high quality management. Proses ini adalah sangat penting mengingat bahwa kita memproduksi pakaian sesuai dengan keinginan konsumen, maka hasil produksi harus sesuai dengan keinginan konsumen. Bila proses high quality management ini tidak sesuai keinginan, maka mau tidak mau kita harus mengulang langkah-langkah tertentu dalam poin di atas.

Steam dan Packing

Setelah melakukan proses high quality management dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, maka kita akan melakukan proses steam untuk mendapatkan kerapihan dan hasil yang lebih sempurna. Proses steam ini menyempurnakan proses produksi konveksi. Setelah itu packing dapat dilakukan, dapat pakai bahan tertentu seperti plastik pakaian ataupun bahan yang sesuai dengan picture yang ingin ditunjukan usaha konveksi. Walaupun, tidak terlalu rinci mendetail, akan tetapi sesuai dengan bahasan kita untuk mengenal bisnis konveksi.